Sebagai bentuk konkrit dari tindak lanjut kunjungan Wakil Gubernur NTB di Tetebatu Rabu lalu, pada Kamis esoknya (9/9), Dinas Pariwisata menginisiasi rapat fiksasi dengan agenda pembahasan pemantapan masing-masing peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi bertempat di Ruang Rapat Utama Dispar NTB. Rapat ini diharapkan oleh Kadispar NTB menjadi rapat fiksasi sebelum seluruh OPD memahami tugas masing-masing dan terjun langsung ke lapangan.

Menjadi penting untuk memantapkan peran dari masing-masing pemangku kebijakan mengingat waktu penilaian untuk Best Tourism Village yang kurang dari satu bulan lagi. Karena itu Kadispar NTB dalam pembukaannya mengungkapkan tujuan dari diadakannya acara ini yaitu “(Guna) Memastikan apa bentuk-bentuk intervensi yang akan dilakukan,” jelasnya.

Melalui video yang memperlihatkan kondisi Tetebatu terkini, H. Yusron Hadi memaparkan gambaran kebutuhan desa wisata di Kabupaten Lombok Timur ini kepada OPD yang hadir sekaligus menggulirkan usulan-usulan intervensi yang sekiranya bisa diimplementasikan di lapangan.

Dengan atmosfer diskusi terbuka, hadirin bebas untuk memberikan saran terkait upgrading Desa Wisata Tetebatu. Berikut adalah hasil dari diskusi bersama untuk area intervensi yang dipetakan berdasarkan post-post di Tetebatu:

1. Ulem-ulem

Area intervensi untuk Dusun di bagian utara Tetebatu ini meliputi penguatan area camping ground, penetapan jalur sepeda serta pelatihan-pelatihan, fasilitas outbond, area parkir, pembuatan penunjuk arah, penguatan selfie-point, air bersih, berugak, toilet bergerak, dan lain sebagainya.

2. Area wisata budaya

Dengan kekayaan budaya yang dimiliki Tetebatu, penguatan area ini perlu diperkuat dengan penambahan peta, lahan parkir, renovasi bangunan budaya, penunjuk arah, serta penyediaan etalase untuk men-display benda-benda bersejarah

3. Air terjun

Menjadi rumah bagi banyaknya air terjun yang menawan, objek wisata utama ini perlu dipercantik dengan penyediaan peta, lahan parkir, penunjuk arah, railing /pegangan tangan, taman di pintu masuk, serta pemugaran selfie-point

4. Jalan utama

Mendukung aksesibilitas menuju dan dari Tetebatu, diperlukan intervensi dalam pelebaran jalan, penyediaan pot bunga, taman di pintu masuk desa, perapian/pembersihan, serta TIC.

5. Perpustakaan Desa

Sektor pendidikan yang masuk dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang juga tercantum dalam indikator penilaian UNWTO akan diintervensi melalui eskalasi kualitas dari perpustakaan desa oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah NTB.

6. Posyandu keluarga

Kebutuhan akan tim medis yang mumpuni juga tidak luput dari area yang menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas Tetebatu, sehingga Dikes berkomitmen untuk mengadakan bimtek tim kesehatan, penguatan tim medis, serta penguatan sarana sanitasi.

7. Pembinaan IKM

Indikator penilaian UNWTO yang menyentuh ranah sosial dan ekonomi masyarakat diintervensi melalui workshop peningkatan mutu dan daya saing (makanan olahan, kerajinan, kosmetika, perbengkelan) dan workshop pendampingan kemasan oleh Dinas Perindustrian.

Dengan adanya fiksasi area-area intervensi ini diharapkan mampu menggerakkan OPD terkait untuk segera merealisasikannya di lapangan demi mencapai tujuan #TetebatuJuara!


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).