Pertemuan pertama Digital Economy Working Group (DEWG) G20 dengan tema “Achieving A Resilient Recovery: Working Together For A More Inclusive, Empowering, And Sustainable Digital Transformation” telah sukses diselenggarakan pada Selasa (29/3) kemarin lho, Sob!

Acara yang dipusatkan di Aruna Senggigi Resort and Convention, Lombok Barat ini terselenggara hybrid dan diikuti oleh seluruh delegasi negara anggota G20 dan seluruh stakeholder terkait.

Sebagai salah satu tuan rumah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pariwisata NTB nggak mau ketinggalan unjuk gigi dan menampilkan tari-tarian khas NTB sebagai bentuk promisi wisata di NTB.

Tarian-tarian tersebut diantaranya adalah Tari Kembang Sembah dibawakan oleh SMKN 1 Mataram yang ditampilkan pada opening ceremony dan Penampilan Tari Gandrung pada Gala Dinner yang dipersembahkan oleh SMKN 4.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate berkesempatan hadir dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sukses terselenggaranya pertemuan pertama DEWG ini.

“Semoga pada pertemuan-pertemuan selanjutnya akan berjalan dengan lancar. Senggigi, Lombok Barat telah mengambil momentum penting karena pertemuan DEWG G20 2022 ini pertama kali diselenggarakan di NTB,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmidjalillah yang turut hadir pada Gala Dinner juga mengucapkan terimakasih atas terpilihnya NTB, khususnya Lombok Barat sebagai tuan rumah dalam salah satu rangkaian G20.

“Atas nama Pemprov NTB, kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih telah memilih NTB sebagai tuan rumah. Setelah sebelumnya penyelenggaraan MotoGP di Mandalika memberikan banyak berkah untuk pembangunan yang semakin cepat. Kami optimis dengan adanya kegiatan MICE di NTB juga dapat semakin mendukung perbaikan ekonomi, promosi pariwisata, dan percepatan pembangunan”

Digital Economy Working Group ini rencananya akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 30 Maret 2022.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).