Peta KPPN3Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Nusa Tenggara Barat, mulai tahun 2016 ini  akan menjadi  fokus dan perhatian Pemerintah Pusat dalam menata dan mengembangkannya.  Indikasinya adalah pada tahun anggaran 2016 ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia telah mengalokasikan dana untuk menyusun Dokumen Perencanaan berupa  Rencana Detail untuk 5 KSPN yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) yang terdiri dari: 50 DESTINASI PARIWISATA NASIONAL (DPN), 88 KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL (KSPN) dan 222 KAWASAN PENGEMBANGAN PARIWISATA NASIONAL (KPPN).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS tersebut, terdapat 2 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) di Nusa Tenggara Barat yaitu:
1.LOMBOK-GILI TRAMENA (Trawangan-Meno-Air)
2.MOYO-TAMBORA

Sedangkan Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN), ada 5 KSPN yaitu:
1.RINJANI, dsk
2.PANTAI SELATAN LOMBOK, dsk
3.GILI TRAMENA (Trawangan-Meno-Air), dsk
4.MOYO, dsk
5.TAMBORA, dsk

Sementara itu, untuk Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) di NTB, meliputi 9 kawasan yaitu:
1.RINJANI, dsk
2.GILI TRAMENA, dsk
3.MATARAM KOTA, dsk
4.PANTAI SELATAN LOMBOK, dsk
5.PRAYA-SADE, dsk
6.SUMBAWA BARAT, dsk
7.MOYO, dsk
8.TAMBORA, dsk
9.BIMA, dsk

Rencana Detail untuk 5 KSPN ini, akan mengatur klaster atau zona pengembangan masing-masing kawasan. Pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan dalam bentuk Capacity Building (Pembangunan/Peningkatan Kapasitas). Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan dimaksudkan agar masyarakat semakin memahami maksud dan tujuan pembangunan kepariwisataan yang berbasis pada pelestarian lingkungan hidup  dengan tujuan akhir untuk “Kesejahteraan Masyarakat” itu sendiri

Rencana selanjutnya setelah Rencana Detail selesai di tahun 2016 ini, mulai tahun 2017 akan dilakukuan pembangunan atau pengembangan terhadap 9 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) yang telah ditetapkan (Rinjani, Gili Tramena, Mataram Kota, Pantai selatan Lombok, Praya-Sade, Sumbawa Barat, Moyo, Tambora, dan Bima) secara selektif, bertahap dan proporsional sesuai dengan kemampuan fiskal pemerintah.

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat berkontribusi melalui penataan dan pembenahan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD), terutama yang masuk dan terintegrasi ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sehingga dengan demikian pembangunan Kepariwisataan Nusa Tenggara Barat akan dapat terlaksana secara terpadu dan terintegrasi dengan harapan akan lebih cepat untuk mencapai dan mewujudkan Visi Kepariwisataan Daerah yaitu “MEWUJUDKAN NUSA TENGGARA BARAT SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA UNGGULAN INDONESIA YANG BERDAYASAING INTERNASIONAL”, yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor : 7 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

SEMOGA…………………Bersama Kita Bangun Pariwisata Daerah untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat.

BACA JUGA :