Tahun ini Festival Bau Nyale di Lombok berlangsung ramai. Sebelum berburu cacing laut yang diyakini jelmaan Putri Mandalika, diadakan pesta di Pantai Kuta. Sejak siang menjelang sore, Sabtu (27/2/2016), masyarakat sudah berbondong bondong mendatangi Pantai Kuta Lombok. Di area yang berjarak 20 menit dari bandara Praya tersebut, terdapat berbagai acara hiburan.

Pukul 15.30 WITA, masyarakat sekitar sudah disuguhkan dengan parade dari setiap kecamatan di Lombok Tengah. Ada yang berdandan bak putri, bahkan turis asing ikut berpartisipasi memakai pakaian adat suku Sasak.

Setelah itu, ada acara berbalas pantun, kemudian disusul dengan suguhan tarian budaya persembahan siswa SMA di Praya, Lombok Tengah. Diiringi musik indah, lampu yang menyala-nyala dan suasana Pantai Kuta yang eksotis, acara berlangsung meriah.

Meski sempat hujan kecil, namun tak menyurutkan semangat masyarakat dan turis untuk menyaksikan penampilan penari di atas panggung. Hujan dianggap bukan penghalang, sebaliknya malah disyukuri. Karena bila hujan semakin lebat, maka kesuburan akan datang dan nyale (cacing laut) akan semakin banyak untuk ditangkap.

“Kalau ada hujan, pertanda baik. Berarti nyale-nya semakin banyak. Semoga saja,” kata Pembawa acara bernama Bimo.

Acara dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah Moh. Suhaili beserta istri, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty dan pejabat-pejabat lainnya. Dalam sambutannya, bupati menyatakan harapannya agar acara ini bisa digelar di tingkat provinsi.

“Kami usulkan karnaval bukan hanya di ibu kota Lombok Tengah. Supaya karnaval bau nyale diadakan di tingkat provinsi,” kata Suhaili.

Usulan itu kemudian direspons positif oleh Wagub Muhammad Amin dan Deputi Kemenpar Esthy. Mereka siap mendukung event tersebut sebagai bagian dari promosi wisata Pesona Lombok Sumbawa. Tahun ini memang ada perbedaan dari sisi penyelenggara tahun sebelumnya. Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata setempat ikut terlibat aktif dalan kegiatan. Kepala Dinas Pariwisata NTB Moh Faozal mengatakan, ini adalah bentuk kepedulian provinsi untuk meningkatkan kualitas acara.

Setelah berbagai pidato dari para pejabat, acara kemudian dilanjutkan dengan acara budaya. Ada tarian lalu pertunjukkan kolosal tentang kisah Putri Mandalika yang diperebutkan oleh tiga pangeran kemudian memutuskan terjun ke laut lalu menjelma menjadi cacing atau nyale berwarna warni. Malam penuh kehangatan ini kemudian ditutup oleh pesta lampion dan pertunjukkan band GIGI dan artis dangdut Caca Handika dan sejumlah artis lainnya.

Masyarakat yang hadir sangat antusias. “Ini adalah persembahan kami sebagai pelayan masyarakat Lombok Tengah untuk kebahagiaan dan hiburan rakyat setelah setahun bekerja dan bertani,” ucap Bupati.

Sumber: Travel Detik.Com

BACA JUGA :