Sudah saatnya daerah potensial pertanian seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih agresif menghasilkan komoditi perkebunan yang dapat membanggakan daerah, sekaligus menambah jenis komoditi unggulan nasional yang dibudidayakan secara besar-besaran oleh rakyat maupun sektor swasta.

NTB mulai mengembangkan kopi organik itu di dua pulau besar yakni Lombok dan Sumbawa – Kopi Rinjani (Lombok) dan Kopi Tambora (Sumbawa). Selain itu Jenis Kopi yang ada di NTB yaitu kopi ARABIKA dan ROBUSTA.

Melihat Potensi yang di miliki NTB sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menggelar Bimbingan Teknis dengan tema Penguatan Kekayaan Intelektual Di Destinasi Super Prioritas yang disasarkan pada komunitas pecinta kopi dan barista yang ada di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Prov.NTB H.Lalu Moh Faozal dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi pengembangan tanaman kopi di NTB mencapai 31.016 Hektar Namun yang sudah dimanfaatkan sekitar 12.500 hekatar dengan tingkat produktivitas lahan mencapai 450-700 per hektar.

Empat lokasi yang sangat potensial untuk pengembangan kopi yakni Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Gangga Kabupaten Lombok Utara, Batulanteh Kabupaten Sumbawa dan Tambora Kabupaten Dompu.

“Untuk Bisnis Hampir di setiap sudut kota ini masyarakat kami sudah banyak membuka usaha kedai kopi, dan di Lombok ini juga kami memiliki kopi sajang (robusta) khas sembalun yang juga sangat enak” ujar faozal.

“Tentu kami di Provinsi NTB sangat menyambut baik program yang di jalankan Kemenparekraf untuk daerah kami agar menjadi lebih baik lagi, terlebih lagi menjelang perhelatan MotoGP 2021 nantinya dan saya harap ini adalah momentum untuk kita semua untuk start kembali untuk bisnis kepariwisataan kita” tutupnya.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).