nasirSebagai icon budaya dan menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisatawan, salah satu event pariwisata yang ditunggu oleh para wisatawan di Pulau Lombok adalah Bau Nyale. Event Bau Nyale merupakan salah satu warisan budaya suku sasak yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada tanggal 19-20 bulan kesepuluh menurut penanggalan Suku Sasak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. Muhammad Nasir mengatakan, penentuan waktu event Bau Nyale telah ditetapkan. “Bau Nyale akan jatuh pada tanggal 9-10 Februari 2015. Ini berdasarkan penetapan yang telah dilaksanakan oleh tokoh masyarakat setempat menurut penanggalan kalender sasak bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah”.

Kadis menambahkan, kemarin (5/1) sudah dilaksanakan rapat awal mengenai penetapan tanggal pasti penyelenggaraan event tersebut di Kantor Bupati Lombok Tengah. Rapat tersebut juga membahas pembentukan panitia event Bau Nyale oleh Bupati Lombok Tengah. Sementara untuk rangkaian kegiatan, akan dibicarakan lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya. “Prinsipnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat siap memberikan dukungan terhadap agenda tahunan tersebut”, tegas pria asli Sumbawa ini.

Pada hakikatnya, terlepas logis maupun tidak, “Nyale” merupakan cacing laut yang dipercaya oleh masyarakat di Pulau Lombok sebagai pengejawantahan dari seorang putri raja yaitu “Putri Mandalika”. Dalam konteks kebudayaan tradisi atau kearifan lokal tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena keunikan yang terkandung di dalamnya.

Dalam perkembangannya penyelenggaraan kegiatan Bau Nyale dilaksanakan oleh masyarakat dan dijadikan sebagai Pesta Rakyat. Diharapkan, kunjungan wisatawan melalui festival bau nyale akan meningkat tahun ini, baik wisatawan domestic maupun mancanegara. Bau Nyale adalah event tahunan yang sudah menjadi ICON promosi pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat  khususnya Kabupaten Lombok Tengah.

BACA JUGA :