Pelatihan Kuliner Mendukung Wisata Gastronomi – Festival Pesona Bau Nyale 2020

Selain menampilkan nilai Sejarah dan Budaya di Event Festival Pesona Bau Nyale kali ini ada Pelatihan Kuliner juga lho, Pelatihan ini diadakan dalam rangka Mendukung Wisata Gastronomi bertempat di Kuta Mandalika. Gastronomi Sendiri sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman serta Gastronomi juga sebagai studi mengenai hubungan antara Read more…

Rubrik Gastronomi: Siapakah Gastronom

gambar gastronomiGastronomi adalah studi tentang makanan dan budaya, dengan fokus khusus pada masakan gourmet. Gastronomi modern memiliki akar dalam beberapa naskah Perancis yang diterbitkan dalam tahun 1800-an, tetapi gagasan yang berhubungan dengan makanan, ilmu pengetahuan, masyarakat, dan seni telah ada lebih lama lagi. Benar Gastronomi menuntut pengkajian multi-disiplin tentang seni memeriksa makanan itu sendiri beserta konteksnya, presentasi, kesegaran, dan sejarah makanan. Meskipun sering dikaitkan dengan gourmets (pencicip makanan) dan gluttony (pakar/ahli & penikmat makanan), gastronomi sebenarnya adalah disiplin ilmu tersendiri, meskipun beberapa gourmets (pencicip makanan) tentunya adalah gastronom (orang yang ahli mengolah & menilai masakan), seperti juga beberapa gluttony (pakar/ahli & penikmat makanan).

Prinsip gastronomi, makanan adalah ilmu pengetahuan, di samping sebuah bentuk seni. Gastronomi memahami bagaimana semua panca indra manusia berkontribusi terhadap pengalaman makan. Gastronom (orang yg ahli mengolah & menilai masakan) lebih memahami apa yang terjadi ketika seorang konsumen mengaku tidak menyukai atau menikmati menu makanan tertentu. Gastronomi juga mengkaji implikasi sosiologis makanan, bersama dengan mengintegrasikan disiplin ilmu sosial lainnya seperti antropologi, psikologi, dan filsafat. Peran makanan dalam seni rupa, seperti seni pertunjukan, seni lukis, dan patung juga diperiksa; sebagai bagian dari melihat lebih dekat pada peran makanan dalam masyarakat secara umum. (lebih…)

Cara Menyantap Nasi Tumpeng

t10Nasi tumpeng adalah hidangan paripurna yang merupakan warisan tradisi nenek moyang yang sangat tinggi maknanya dan mempunyai nilai yang sakral. Nasi tumpeng berbentuk kerucut menjulang ke atas pada satu titik pusat di puncaknya seperti melambangkan tangan manusia merapat menyatu menyembah kepada Tuhan. Nilai filosofinya sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada YME atas kebersamaan, keharmonisan dan kerukunan yang ada. Maknanya menyimpan harapan dan pesan agar kesejahteraan & kesuksesan hidup semakin “naik” dan “tinggi”. Kerucut ditutupi segitiga daun pisang, sebagai simbol bentuk rumah suci tempat bersemayam Gusti Allah berserta para dewa-dewi serta para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang).

Sebelum tumpeng disantap, biasanya sesepuh atau seseorang memimpin doa selamatan. Dalam doa biasanya akan diuraikan makna yang terkandung dalam sajian tumpeng yang disajikan. Dengan demikian para hadirin yang datang tahu akan pesan tumpeng dan memperoleh wedaran yang berupa ajaran hidup serta nasehat. (lebih…)

Negara dan Masakan Prestasi Dua Presiden Indonesia

AYAM TALIWANGBanyak masakan di Nusantara, tetapi minim sekali pencatatan mengenai hal itu. Sejarah kuliner negeri ini menjadi sulit digali. Kondisi ini berbeda dengan negara tetangga, Filipina, yang memiliki banyak catatan tentang sejarah kuliner mereka. Akan tetapi, buku resep masakan yang muncul sejak zaman Hindia Belanda bisa membantu kita melacak sejarah kuliner Tanah Air meskipun tidak tampil secara significant mengingat bercampur baur dengan aneka resep makasan Eropa (Belanda).

Pada 1967 tak bisa dipungkiri sebuah buku masakan Indonesia diterbitkan dan menjadi bukti prestasi tertinggi dalam pengumpulan resep-resep legendaris masakan Nusantara. Disini dimulai sejarah Negara terlibat dalam urusan masakan nusantara.

Buku itu berjudul “Mustika Rasa” (Departemen Pertanian, 1967) yang memuat resep-resep masakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Buku setebal 1123 halaman adalah warisan sejarah dari masa Orde Lama dan Orde Baru. Perintah Soekarno untuk menerbitkan “kookboek” atau buku masakan bisa diwujudkan setelah 7 tahun. Pengumpulan dan penyusunan buku ini cukup lama, yaitu  sejak tahun 1961 – 1966 dan diterbitkan pada tahun 1967. (lebih…)

Pelecing Kangkung Kuliner Khas Lombok

Pelecing kangkung merupakan kuliner khas masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat yang sejak zaman nenek moyang sampai sekarang masih merupakan makanan primadona Suku Sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Kangkung merupakan tumbuhan air yang dibudayakan oleh masyarakat lombok di kali-kali kecil dan sawah yang banyak memerlukan aliran air. Air merupakan unsur Read more…