Mataram – Menjelang akhir tahun, Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) menggelar diskusi pagi bertajuk “Coffee Morning” di halaman parkir kantor Dispar NTB untuk memperkuat komunikasi bersama perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stake holder pariwisata yang tergabung dalam unsur pentahelix ABCGM.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu Pagi (15/11) ini berlangsung begitu santai dengan konsep mendengarkan testimoni-testimoni dari para undangan yang terlibat atau memiliki kontribusi terhadap pariwisata di NTB.

Dibuka dengan pengantar singkat dari Bapak Lalu Moh. Faozal selaku Kepala Dinas Pariwisata NTB yang dalam sambutannya menyampaikan empat poin inti dari kegiatan coffee morning. “Terdapat beberapa poin inti dari kegiatan pagi hari ini. Pertama, kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan komunikasi dalam rangka penguatan performance destinasi di NTB. Kedua, terkait dengan akan adanya penyerahan 18 paket bantuan dari pemerintah bagi beberapa titik destinasi di NTB. Ketiga, akan ada penyampaian testimoni terkait keadaan pariwisata, dan yang terakhir, melihat potret pariwisata dari sisi kinerja Dispar, baik itu penguatan dari sisi destinasi maupun sisi promosi” Ucap Pakadis.

Dalam sesi pertama penyampaian testimoni, dibuka oleh testimoni dari Bapak Direktur Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) yang kebetulan baru kembali bertugas di NTB beberapa bulan belakangan ini. Dalam testimoni yang disampaikan secara singkat, Pak Dirpam Obvit mencoba membandingkan keadaan NTB pada 4 tahun yang lalu, dengan keadaan saat ini, terutama dari sisi pengambangan Bandar udara. Yang intinya, beliau sangat yakin bahwa pariwisata NTB mampu menjadi First destination, first choice, bukan lagi menjadi second destination.

Selanjutnya, giliran General Manager (GM) Angkasa Pura I (AP I) selaku pengelola Bandara Internasional Lombok dan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diminta untuk memberikan testimoninya. GM AP I berbicara dari sisi perkembangan Bandar udara dan memberikan pandangan terkait visi BIL untuk beberapa tahun ke depan dalam rangka membantu perkembangan pariwisata NTB, sedangkan perwakilan BPS berbicara terkait angka-angka kunjungan dan akupansi hotel di NTB selama tahun yang berjalan ini.
Gambar:  GM.  Angkasa Pura I Lombok International Airport saat memberi sambutan pada acara Coffe Morning

Pada sesi akhir, ketua PHRI, ASITA dan IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Asscociation) pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoninya. PHRI, ASITA dan IHGMA ini merupakan ‘pemain lapangan’ yang bersentuhan secara langsung dengan para wisatawan. Dalam testimoninya dari ketiga organisasi ini terdapat beberapa poin yang daapt digaris bawahi.

Poin-poin tersebut adalah pertama, menurut ketua PHRI, penambahan 20.000 kamar hotel yang akan hadir di kawasan Mandalika tentu kami sangat mendukung dan akan sangat membantu pariwisata NTB. Kedua, Ketua ASITA percaya betul perlunya kolaborasi antara Pentahelix ABCGM untuk mencapai mimpi yang diinginkan pariwisata NTB. Dan yang terakhir, perwakilan IHGMA menekankan pada masih banyaknya wisatawan yang belum terakomodasi keperluannya terutama dalam hal ketersediaan fasilitas yang dalam hal ini dicontohkan terkait ketersediaan dermaga di gili Trawangan.
Gambar:  Ketua PHRI NTB besama ketua ASITA NTB dan ketua IHGMA saat memberi sambutan pada acara Coffe Morning

Pada akhir kegiatan, setelah mendengarkan testimoni dari para tamu undangan, Kadispar NTB juga melakukan penyerahan secara simbolis bantuan dari pemerintah kepada perwakilan beberapa Desa Wisata atau pengelola objek wisata di NTB.

“Jadi pada pagi hari ini, kami (Dispar) melakukan penyerahan secara simbolis bantuan dukungan sarana dan prasarana pariwisata di beberapa destinasi yang diharapkan mampu memperkuat performance dari destinasi yang ada di NTB”, tangkas pakadis sambil menutup kegiatan Coffee Morning.