rakor840Rapat Kerja Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat tahun 2015 dilaksanakan dengan maksud dan tujuan : (1).Mensinkronkan, menselaraskan dan memaduserasikan program kegiatan 2015 antara program kegiatan provinsidengan program kegiatan kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat; (2).Sharing program dan anggaran provinsi dengan kabupaten/kota.

Rapat Kerja ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi yaitu SKPD/Badan yang terkait dengan Sektor Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat, Bappeda Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat, Majelis Kebudayaan Nusa Tenggara Barat, para budayawan dan seniman, pelaku/asosiasi pariwisata seperti PHRI, ASITA, INCCA, HPI, BPPD, dan stakeholders pariwisata lainnya.

Rapat Kerja dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. Dalam arahannya Gubernur menyatakan bahwa Rapat Kerja ini dihajatkan untuk membangun kebersamaan diantara kita dalam rangka menselaraskan dan menserasikan program-program kepariwisataan yang akan dilaksanakan oleh provinsi dengan program-program yang akan dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Keselarasan dan keterpaduan itu sangatlah penting untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang kita rencanakan sehingga akan menjadi lebih efektif dan efisien, imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur menyatakan “Peraturan Daerah Nomor : 7 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengamanatkan bahwa Pembangunan Kepariwisataan bertumpu pada 4 (empat) pilar yaitu Pembangunan Destinasi Pariwisata, Pembangunan Pemasaran Pariwisata, Pembangunan Industri Pariwisata, dan Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan. Pembangunan yang kita laksanakan haruslah fokus untuk mengimplementasikan ke empat pilar tersebut, sehingga dengan demikian pembangunan kepariwisataan daerah kita menjadi lebih selaras dan terpadu”.

Gubernur menambahkan bahwa Program Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target satu juta kunjungan wisatawan telah kita capai dengan sukses. Kini, event Tambora Menyapa Dunia 2015 yang merupakan peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora, menanti untuk kita sama-sama sukseskan. Sejak dicanangkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tanggal 16 Juni 2013, di Gedung Sapta Pesona Jakarta, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari persiapan sarana prasarana sampai persiapan dan mobilisasi event-event yang akan digelar telah dilakukan. Saya harap, kabupaten Dompu dan Bima sebagai tuan rumah event ini sudah siap menerima tamu-tamu yang akan menghadiri event akbar ini. Demikian pula halnya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi serta sector-sektor lain yang terkait agar lebih fokus untuk mempersiapkan event ini, demikian Gubernur.

BACA JUGA :