Dinas Pariwisata NTB bersama sejumlah assosiasi pariwisata membahas persiapan pembukaan destinasi tiga gili, Trawangan, Air dan Meno, dalam pertemuan Jumat (12/6) di Kantor Dispar NTB di Mataram.

Pembahasan dilakukan terkait SOP New Normal yang akan diterapkan pada destinasi tiga gili tersebut, dihadiri perwakilan dari ASITA NTB, PHRI NTB, PUTRI NTB, HPI, GIPI, INCCA dan ICA.

“Asosiasi-asosiasi ini memiliki SOP masing-masing yang akan dikolaborasikan menjadi satu, dimana nantinya SOP tersebut yang akan diterapkan untuk SOP New Normal pada sektor pariwisata kita,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Moh Faozal, usai pertemuan.

Seperti diketahui kawasan tiga gili akan dibuka kembali dan menjadi pilot project pemberlakukan standar new normal di destinasi wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa ke depan.

Menurut Faozal, Dinas Pariwisata Provinsi NTB juga sudah menyiapkan video berdurasi pendek mengenai simulasi SOP New Normal yang akan disimulasikan pada hari Sabtu (13/6) di Gili Trawangan.

Ia berharap pertemuan bersama tersebut bisa semakin memperkuat sinergitas antar semua pihak untuk bersama membangun pariwisata NTB yang terdampak pandemi corona. “Mari kita sama sama satukan visi misi untuk membangun pariwisata NTB di era new normal ini, komunikasi adalah kunci suksesnya pilot project ini,” kata Faozal.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan assosiasi umumnya menyatakan kesiapan untuk menyambut new normal pariwisata.

Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, pihaknya dan stakeholder Pariwisata NTB sudah menyerahkan rekomendasi New Normal Pariwisata NTB kepada Kadispar NTB dalam pertemuan itu.

“Semoga apa yang menjadi keinginan bersama dalam menghadapi Covid-19 untuk kemajuan Pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata NTB,” tukas Umbu Joka.

Sumber : https://www.mandalikapost.com/2020/06/dispar-dan-assosiasi-pariwisata-ntb.html?fbclid=IwAR3sy1K8ZICJIb1QHz3BUwnSLDJNGJ-R7fec3swuaV38ot6AWaFIZn7bP3E


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).