Serangan laser pointer yang meresahkan dunia penerbangan membuat lima maskapai melaporkan hal ini kepada pihak Air Navigasi (Airnav) Indonesia.

“Memang dari Februari dan Maret 2016 sudah ada lima penerbangan yang melaporkan terkait serangan laser. Salah satunya adalah Citylink, Garuda,” kata Bambang Rianto selaku Kepala Air Navigation Indonesia kepada Okezone, Selasa (22/3/2016).

Ditambahkan Bambang bahwa mengacu pada UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yaitu Pasal 210 yang berbunyi, setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

“Sedangkan sanksi dari Pasal 210 tersebut adalah Pasal 421 Ayat 2 yang berbunyi, setiap orang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah,” jelasnya.

Pihak Airnav akan bersosialisasi dengan melibatkan instansi terkait soal bahayanya serangan laser pointer yang diarahkan ke pilot pesawat. “Saat ini kami sudah melakukan patroli pada malam hari untuk melakukan pendeteksian warga yang menggunakan laser,” pungkasnya.

Sumber: Okezone News

BACA JUGA :