hasil industri ekonomi kreatifKlaim Ekonomi Kreatif, kekuatan baru Ekonomi Indonesia tidaklah berlebihan apabila dilihat dari sisi perkembangan dan kemajuannya saat ini. Oleh karena itu ekonomi kreatif ini  harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan penguatan disegala aspek seperti sumberdaya, industri, pembiayaan, pemasaran, teknologi dan infrastruktur. Kelembagaannyapun harus kuat dan bersinergi, antara pemerintah, masyarakat bisnis, intelektual dan komunitas sebagai bagian dari kelembagaan ekonomi kreatif haruslah bersinergi dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada. Ekonomi Kreatif berbasis Seni Budaya, fokus pada pengembangan seni pertunjukan, seni rupa dll. Sedangkan Ekonomi Kreatif berbasis Media, Desain dan Iptek, fokus pada bidangnya.

Ekonomi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional ke depan, karena ekonomi kreatif berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kontribusi sektor ekonomi kretaif mencapai 7% terhadap PDB Nasional, menyerap 11,8 juta tenaga kerja atau sebesar 10,72% dari total tenaga kerja nasional, menciptakan 5,4 juta usaha atau sekitar 9,68% dari total jumlah usaha nasional, serta berkontribusi terhadap devisa negara sebesar 119 Triliun atau sebesar 5,72% dari total ekspor nasional. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 5,76% atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,74% (Sumber: Ditjen Ekonomi Kreatif, Mei 2014).

Di daerah, ekonomi kreatif perlu mendapatkan perhatian yang cukup. Basis ekonomi kreatif yang sudah ada agar dilakukan pembinaan yang baik dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi para pelaku ekonomi kreatif. Demikian juga dengan para pemangku kepentingan (pemerintah, masyarakat bisnis, intelektual/akademisi, komunitas atau para pegiat) harus memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk terus berupaya mengembangkan dan membangkitkan semangat para pelaku ekonomi kreatif menciptakan karya dan ide yang kreatif dan inovatif.

Untuk mencapai dayasaing kompetitif pada sektor ekonomi kreatif ini, Kementerian Pariwisata pada periode 2015-2019 telah menetapkan rencana pengembangan yang menitikberatkan pada: (1).peningkatkan kuantitas dan kualitas orang kreatif lokal yang didukung oleh lembaga pendidikan yang sesuai dan berkualitas; (2).peningkatan pengembangan dan pemanfaatan bahan baku lokal yang ramah lingkungan dan kompetitif; (3).peningkatan pertumbuhan dan dayasaing industri kreatif; (4).terciptanya lembaga pembiayaan dan akses pembiayaan yang sesuai bagi wirausaha kreatif lokal; (5).meningkatnya keragaman segmen dan pangsa pasar ekonomi kreatif; (6).meningkatnya pengembangan dan akses terhadap infrastruktur dan teknologi yang sesuai dan kompetitif bagi industri kreatif; (7).Terciptanya iklim usaha yang kondusif dan meningkatnya apresiasi terhadap karya kreatif lokal.

Itulah beberapa kebijakan pemerintah untuk sektor Ekonomi Kreatif, kewajiban kita semua untuk mensukseskannya. SALAM KREATIF………(adm).

BACA JUGA :