Masyarakat Pulau Lombok akan memadati kawasan Mandalika untuk bersama-sama mengikuti Festival Bau Nyale, yang merupakan ritual menangkap cacing laut, yang dipercaya warga setempat adalah Jelmaan dari seorang putri mandalika, Perayaan acara ini akan dipusatkan di pantai Seger, kecamatan pujut, kabupaten Lombok tengah, pada tanggal 6 s.d 7 Maret 2018 sebagai acara Puncak dari pelaksanaan acara tersebut, yang dimana pada tanggal tersebut sudah di tetapkan sesuai kesepakatan dan musyawarah tokoh masyarakat setempat, “Sangkep Warige” atau Musyawarah penetapan tanggal pelaksanaan dilaksanakan di Pantai Seger (merupakan rapat awal) dan di Kantor Bupati Lombok Tengah pada tanggal 11 Januari 2018 (rapat akhir/penetapan.

Gambar : kesepakatan dan musyawarah tokoh masyarakat(Sangkep Warige)

Bau Nyale adalah sebuah tradisi menangkap nyale atau cacing laut yang banyak dilakukan oleh penduduk Lombok yang berdomisili di bagian selatan, khususnya penganut Wetu Telu namun seiring dengan berkembangnya Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat, Tradisi ini menjadi salah satu Icon kepariwisataan yang mampu menarik banyak minat wisatawan baik wisatawan di sekitar Pantai Kuta dan Seger pada saat musim hujan. Nyale-nyale selalu muncul dua hingga tiga malam, tepatnya saat sebelum fajar menyingsing.

Mulai dari tanggal 1 sampai dengan 5 Februari sebelum hari pelaksanaan Festival Bau Nyale, akan di tampilkan beberapa atraksi dan kesenian tradisional seperti Peresean, Festival Cilokaq, dan kesenian-kesenian lainnya.

BACA JUGA :