Direktorat Wisata Alam, Budaya dan Buatan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menyusun pedoman pola perjalanan wisata alam, budaya dan buatan. Penyusunan itu dilakukan melalui Fokus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jum’at 16 Oktober 2020.

Sasaran yang ditargetkan dalam pembangunan pola perjalanan wisata volcano summit ini terdiri dari wisatawan pendaki baik secara perorangan maupun komunitas, Guide Gunung, Biro Perjalanan Wisata & Operator Wisata Gunung, pengelola Destinasi Wisata Gunung, Akademisi dan tentunya Kementerian/Lembaga Terkait dan SKPD.

Pola Perjalanan yang menggabungkan aktivitas wisata gunung dengan wisata petualangan lain berbasis nusa (darat/pulau), tirta (air), dan dirga (udara) serta aktivitas wisata budaya dan buatan di jajaran gunung/pegunungan api Indonesia.

Pedoman pola perjalanan wisata ini akan dijadikan pedoman pagi penyelenggara jasa wisata dalam membuat paket-paket destinasi wisata di Indonesia. Nantinya pedoman pola perjalanan ini akan dijadikan dasar bagi tour operator, travel agent dan online travel agent dalam menyusun paket wisata. Buku panduan ini sebagai pedomannya.

Pada jalur wisata, selain cerita yang di bangun, fasilitas infrastrukturnya harus tetap dibangun guna membangun suasana sesuai tema di sepanjang jalur melalui informasi tertulis, infrastruktur, fasilitas dan SDM. Tujuannya agar turis benar-benar merasakan sesuai paket yang dia telah dipilih.

Sementara pada paket wisata harus memuat program pemanduan wisata yang dilakukan di jalur wisata melalui itinerary seperti rute, jadwal dan kegiatan, serta informasi lisan. Paket wisata bisa saja melintasi jalur wisata. Tetapi tidak mesti mengikuti sepenuhnya, karena mereka menawarkan paket berdasarkan berbeda-beda sesuai kebutuhan pasar.

diharapkan melalui kegiatan ini bisa terciptanya ;

  1. Mendorong inovasi dan penciptaan paket wisata yang menarik dan berkualitas bagi biro perjalanan wisata dan wisatawan,
  2. Menyediakan data dan informasi kepada biro perjalanan wisata untuk meningkatkan kunjungan, length of stay dan belanja wisatawan di destinasi.
  3. Perluasan pasar dan pangsa pasar wisatawan pendakian gunung.
  4. Peningkatan citra dan daya saing pariwisata daerah.
  5. Pengembangan metode pemasaran pariwisata yang efektif.
  6. Peningkatan ekonomi masyarakat


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).