Tanjung- kawasan wisata Malaka, Kecamatan Pemeneng diberikan dalam upaya membangkitkan parawisata di masa pandemi Covid-19. Pembersihan kawasan wisata melibatkan masyarakat setempt yang didukung oleh Kementrian Parawisata dan Ekonomi Kreatif ( kemenpar). Aksi bersih-bersih ini akan berlangsung selama dua hari di tiga titik yakni spot swafoto Malaka, Kuliner nipah, dan bukit nipah.’’Kegiatan ini diselenggarakan Kemenpar bekerja sama dengan Dispar NTB dan pemda Lombok Utara, “ujar coordinator Promosi Wisata Minat Khusus Buatan, Kemenpar RI AFrida Pelitasari pada acara pembukaan revitalisasi bumi di Amarsvaty, Selasa (1/9) kemarin. Kegiatan aksi bersih-bersih ini bisa memberikan dampak terhadap ekonomi kreatif, sebab sector parawisata yang paling pertama terdampak situasi covid-19. “Revitalisasi bumi dilakukan di sector parawisata, supaya tetap mengendepankan bersih indah sehat dan aman dengan mengajak masyarakat sekitar,” terangnya.

Kepala Dinas Parawisata NTB Faozal mengukapkan, ada tiga area yang dibersihkan yaitu spot swafoto Malaka. Nanti akan dibersihkan dan dicat termasuk tiga kios di sekitarnya. Kemudian area kuliner Nipah, pendagang harus bersih dan rapi serta harus menjaga kelestarilan. Selanjutnya dua toilet yang ada, harus diisi air dan dibersihkan. Pedagang juga harus menggunakan masker serta menyiapkan tempat cuci tangan. Lokasih berikutnya, Pantai Nipah yang masih digunakan masyarakat untuk berjualan: harus bersih dari sampah, begitu juga jalan masuknya harus dibersihkan selanjutnya, perkampungan warga masih banyak tumpukan material pasca gempa 2018. Cukup lama dibiarkan seperti itu. Batu, pasir, kayu, dan tembok harus dibersihkan dengan melibatkan masyarakat. Diharapkan pihak kepolisian membuat kampung sehat disana, sebab perspektif masyarakat menganggap covid-19 sudah hilang.”Nanti kita harus sosialisasi kepada masyarakat,”imbuhnya.

Bupati KLU Najmul Akhyar mengapresiasi aksi bersih-bersih yang didukung Kemempar. Kalau keindahan alam yang dimiliki KLU tak dijaga kebersihannya, maka pengunjung tak akan melirik.’’Kita menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, mari kita jaga dan rawat keindahannya, dan kebersihan itu syarat untuk menarik orang datang,”ucapnya. Kuliner yang sudah terkanal jika tidak dijaga kebersihannya, maka tidak ada yang mampir belanja. Pengunjung yang masih sepi kata Bupati harus di manfaatkan untuk melakukan pembenahan terhadap fasilitas parawisata. Sebab, selama ini sulit sekali melakukan pembenahan lantaran ribuan tamu perhari tidak berhenti datang.”Banyak ruang kita melakukan perbaikan dengan suasana sepi ini,’’harapanya.

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).