T9 GUNUNG Tambora di Pulau Sumbawa, merupakan objek wisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Gunung ini mempunyai histori pilu, terutama penduduk lokal. Pada 5 April 1815 Gunung Tambora meletus dengan dahsyatnya. Letusan Gunung Tambora saat itu menewaskan sekira 91 ribu orang. Bahkan, letusan Gunung Tambora memporak-porandakan Kerajaan Sanggar di kaki gunung. Sedangkan, Kerajaan Tambora dan Pekat hancur tidak tersisa akibat letusan Tambora.

Letusan itu memuntahkan material kurang lebih 150 miliar meter kubik, sehingga memunculkan kawah sedalam 1.100 meter dengan diameter 6,2 kilometer. Sementara, tinggi kepulan asap Tambora mencapai 43 kilometer.

Abu vulkanik jatuh hingga di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Gemuruhnya terdengar hingga di Sumatera atau sekira 2.600 kilometer dari Gunung Tambora.

Bahkan, kuatnya letusan tersebut memangkas ketinggian Tambora dari 4.200 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 2.700 mdpl.

Kegelapan berlangsung lebih dari dua hari hingga radius kurang lebih 600 kilometer dari puncak gunung, sehingga Pulau Sumbawa diselimuti kegelapan. Bahkan, dampaknya semua tumbuhan dan hewan pun ikut mati.

“Bahkan, kegelapan yang berlangsung selama lebih dari dua hari itu konon menyebabkan Napoleon kalah dalam berperang,” ujar Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu 11 Maret 2015.

Semua masyarakat du Bima, Dompu dan wilayah lain di Sumbawa yang lolos dari maut kala itu menderita luar biasa. Sejumlah penyakit menyerang penduduk, karena air yang diminum terkontaminasi material beracun dari abu vulkanik.

Oleh karenanya, kisah piluh yang terjadi 200 tahun silam itu terus membekas di kalangan masyarakat Pulau Sumbawa, dan NTB pada umumnya. Cerita dari mulut ke mulut tentang letusan Gunung Tambora tersebut seolah tidak berkesudahan.

Masyarakat Sumbawa dan NTB pada umumnya sulit melupakan kisah letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 tersebut. Kini, penduduk setempat selalu mengenang peristiwa tersebut untuk selalu mawas diri.

Sadar hal tersebut, maka memasuki 200 tahun meletusnya Gunung Tambora perlu diperingati secara khusus. Memasuki bulan April event pariwisata “Tambora Menyapa Dunia” akan digelar dan puncaknya pada 11 April di kawasan Gunung Tambora. (Okezone.com, 12 Maret 2015).

Panduan lengkap pelaksanaan event Tambora Menyapa Dunia 2015, dapat di download DISINI

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).