Melanjutkan salah satu rangkaian kegiatan Jambore Desa Wisata di objek wisata Ulem-Ulem Desa Tetebatu, peserta mendapatkan materi tentang kebersihan lingkungan sesuai standar internasional (UNESCO) dan praktik pengelolaan kebersihan di destinasi wisata unggulan.

Ramli selaku Manager Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Geopark Rinjani menjelaskan kebersihan merupakan aspek penting dalam pengembangan desa wisata. Hal ini berkaitan pula dengan 11 parameter UNESCO Global Geopark, dimana dalam beberapa poinnya secara khusus berfokus pada kebersihan lingkungan dengan standar internasional.

Tidak sampai disitu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Rahma, Dosen Universitas Mataram sekaligus pemerhati lingkungan. Rahma menjelaskan mengenai pengelolaan sampah dengan model circural economy. Dimana dalam model ini, sampah dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan ekonomi dengan cara yang tentunya ramah lingkungan.

“Tentu perlu adanya peran pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Dimulai dari diri sendiri dengan memilah sampah sesuai kategori dan warna untuk masa depan penerus bangsa, pilah sampahnya ingat warnanya,” Tutup Rahma.

Melanjutkan pembahasan mengenai kebersihan dan kelestarian, diskusi beralih dengan sharing session bersama Kepala Desa Kembang Kuning, H. Lalu Sugiawan. Dia menyampaikan bahwa Kembang Kuning telah menghasiilkan berbagai prestasi, salah satunya ialah menjadi juara dalam Desa Bersih, Desa Tangguh 2020 yang di selenggarakan oleh Polda NTB.

H. Lalu Sugiawan memberikan informasi salah satu hal yang membuat sukses Desa Kembang Kuning ialah salah satunya tetap menggandeng kepala dusun, poskesdes, pokdarwis dan bumdes untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan di Desa Wisata Kembang Kuning.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).