Dalam rangka menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru berkenaan dengan adanya pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempersiapkan berbagai kebijakan dan strategi, salah satunya yaitu program Implementasi Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) bagi para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Adapun rangkaian dari program Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) tersebut antara lain melakukan kegiatan sosialisasi dan sertifikasi CHSE bagi pelaku dan industri yang bergerak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di 34 Provinsi.

Kegiatan sertifikasi Pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) pada usaha pariwisata dan ekonomi kreatif berupa on site audit atau combine audit (remote dan on site) terhadap usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdiri dari akomodasi (hotel, homestay, villa), jasa makanan dan minuman (restoran, cafe, rumah makan, PPM), daya tarik wisata, angkutan wisata dan fasilitas umum yang akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.

Adapun Deputi Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) akan mengampu pelaksanaan sertifikasi di 16 Provinsi yaitu Bangka Belitung, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, Nusa Tengggara Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Gorontalo untuk jenis usaha di Bidang Hotel, Restaurant dan Daya Tarik Wisata, sementara untuk 6 jenis wisata Minat Khusus lainnya akan dilaksanakan di 27 Provinsi yaitu : 16 Provinsi di destinasi pelaksanaan Sertifikasi ditambah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

BACA JUGA :

Kategori: Berita MediaEvent

admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).