SETIAP negara tentu memiliki kultur berbeda. Meskipun dikenal sebagai negara Muslim, negara-negara Timur Tengah juga memiliki budaya yang berbeda dengan Indonesia.

Salah satu kultur yang berbeda terlihat dari aktivitas mereka yang dilakukan dalam waktu yang berbeda. Jika di Indonesia rata-rata orang melakukan kegiatan di siang hari, orang-orang Timur Tengah kerap beraktivitas di malam hari.

“Jadi tantangan untuk sebuah destinasi selain mereka punya produk halal, apa yang bisa dilakukan ketika malam hari. Kan tidak harus hal yang negatif,” ujar Nia Niscaya, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata kepada Okezone di Jakarta baru-baru ini.

Perbedaan kultur tersebut, menurut Nia dapat dicari solusinya. Misalnya, sebuah restoran beroperasi hingga malam atau pagi hari. Sehingga wisatawan Timur Tengah yang terbiasa terbangun di malam hari tidak kesulitan menemukan tempat makan.

Menurut Nia, pengeluaran wisman Timur Tengah bisa tiga kali lipat dari pengeluaran wisman lainnya. Sehingga sangat disayangkan jika hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai pihak diharapkan memiliki kepekaan akan hal ini. Sehingga saling menguntungkan baik bagi pariwisata Indonesia maupun wisman itu sendiri.

“Selain destinasi, mereka suka belanja. Jadi toko bisa buka sampai jam berapa, restoran buka sampai jam berapa. Jadi harus siap, kalau tidak ya sayang,” tutup Nia.

Sumber: Okezone.Com

BACA JUGA :