Selasa, 08 September 2020 – Hartanto selaku PLT Kasubbag Publikasi dan Komunikasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI beserta rombongan disambut hangat oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs.Lalu Hasbulwadi, M.Pd di kantor Dinas Pariwisata Prov.NTB

Adapun tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membahas terkait perkembangan kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat khususnya di pulau lombok yang menjadi salah satu daerah dengan destinasi super prioritas KEK Mandalika.

Dalam kesempatannya Hasbulwadi memaparkan beberapa hal terkait dengan perkembangan pariwisata Lombok khususnya Kuta Mandalika sebagai salah satu pariwisata unggulan dan perkembangan kesiapan pembangunan Kuta Mandalika pada perhelatan MotoGP 2021.

Hasbulwadi menyampaikan Pengembangan Pembangunan Kepariwisataan Daerah meliputi 4 aspek yakni Destinasi Pariwisata, Pemasaran Pariwisata, Industri Pariwisata, dan Organisasi Pariwisata. Adapaun hal yang dilakukan Dinas Pariwisata NTB untuk menyambut perhelatan MotoGP di Kuta Mandalika dengan membenahi infrastruktur salah satunya dermaga di Gilimas, Kecamatan Lembar,Lombok Barat yang nantinya akan menjadi akses pintu masuk jalur laut untuk para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dimana dermaga ini merupakan dermaga yang siap untuk di datangi kapal pesiar dari berbagai belahan dunia.

Untuk mendukung hal tersebut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki program unggulan yakni 99 desa wisata yang tersebar di Nusa Tenggara Barat “untuk itu kami di Dinas Pariwisata terus berupaya meningkatkan kualitas Destinasi, Infrastruktur penunjang hingga SDM di berbagai desa wisata yang telah berjalan” ujar Hasbulwadi.

“Kami juga berharap masyarakat-masyarakat di desa wisata ini mampu berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh wisatawan yang datang” sambungnya.

“adapun inovasi yang telah kami lakukan bersama Pemerintah Provinsi NTB selama masa pandemi ini di bidang pariwisata ialah dengan memberikan sertifikasi CHSE kepada pelaku usaha pariwisata dalam hal ini Tempat wisata, Hotel dan Restaurant yang merupakan syarat wajib untuk menjalankan aktivitas usaha di bidang pariwisata pada era New Normal ini, diharapkan dengan adanya sertifikasi ini dapat memberikan citra yang baik terhadap Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat serta menumbuhkan keyakinan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Nusa Tenggara Barat”, Tutupnya

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).