RABU, 04 NOVEMBER 2020- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Moh Faozal pada kesempatan ini menyempaikan konsep pengembangan Desa wisata yang dimana Desa Wisata merupakan wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.

Pada era kepemimpinan Gubernur Zul-Rohmi konsen untuk membangun desa wisata dengan target 99 desa wisata s.d tahun 2023 dengan sebaran sebanyak 24 DeWi Alam, 18 DeWi Agro, 34 DeWi Bahari,14 DeWi Budaya dan 9 Dewi Ekraf. Pada tahun 2019 dan tahun 2020 kami sudah melakukan intervensi sebanyak 45 desa wisata.

ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam membangun desa wisata diantaranya sebagai berikut :
1. Memiliki potensi daya tarik wisata (Daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif)
2.Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata
3.Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata;
4.Memiliki komunitas masyarakat ;
5.Memiliki kelembagaan pengelolaan ;
6.Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisatawan

Intervensi Pemerintah dalam pengembangan desa wisata NTB Gemilang mulai dari ;
1. Sdm : bahasa, pelayanan, sikap/perilaku, sertifikasi
2. Kelembagaan : legalitas, diversifikasi, pendampingan
3. Tata kelola : destinasi, sampah, kunjungan
4. Infrastruktur : jalan, angkutan, atraksi
5.Pemasaran : branding, advertising, selling

Kades kembang kuning pada kesempatan ini menyampaikan Desa kembang kuning dengan pemerintah provinsi NTB selalu bersinergi dalam membangun desa wisata baik destinasinya dan pengelolaan homestay. Yang menonjol dari desa kembang kuning disamping desa wisatanya yaitu dari bumdes dan mendapatkan predikat bumdes terbaik di Provinsi NTB dan juga mendapat penghargaan pengelola dana desa terbaik untuk tahun 2018.Penghargaan ini kami peroleh karena kami membangun sinergitas antara tokoh agama, budaya dan seluruh lapisan masyarakat dalam pengembangan desa wisata kembang kuning ini. Konsep pengembangan desa wisata kembang kuning adalah keterbukaan terhadap segala program yang ada di desa.

Kembang kuning terletak di kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Terdapat 14 Desa di Kecamatan Sikur semuanya merupakan desa wisata. desa kembang kuning sendiri memiliki panorama alam yang indah dikelilingi dengan berbagai macam wisata.

Kami terus bekerjasama antara bumdes dan kerjasama dengan desa untuk memasarkan produk-produk hasil buatan kami disini, itu yg kami bangun di desa kembang kuning ini, itu semua bisa berjalan dengan baik berkat bantuan Dinas Pariwisata Prov NTB.

Kami berharap semoga wilayah kecamatan sikur ini kedepannya bisa menjadi suatu kabupaten tersendiri yaitu kabupaten Lombok Selatan dan semoga kedepannya infrastruktur pendukung menuju ke Desa Wisata Kembang Kuning seperti Jalan untuk bisa diperlebar agar bis dengan kapasitas besar bisa masuk membawa tamu kesini.

Desa kembang kuning sudah diberikan bantuan oleh Ibu Wagub berupa alat pengolahan sampah yang dikelola oleh bumdes untuk di daur ulang agar masyarakat desa bisa mandiri. Hal ini juga kami terapkan di anak-anak sekolah, mereka dapat menukarkan sampah plastik dengan buku/pulen, sehingga desa kami juga masuk dalam kategori kampung sehat selain itu Kami telah dipercaya oleh pemerintah Provinsi NTB untuk diberikan sertifikat CHSE.

Komisi 2 DPRD Lampung menyampaikan bahwa Tujuan kami kesini ingin belajar dikarenakan kondisi geografis NTB dan Lampung tidak jauh berbeda baik dari segi alam, laut dan aneka ragam budaya,tetapi ada beberapa hal yang belum ada sehingga kami mengkhususkan diri untuk belajar mendatangi Provinsi NTB semoga ini menjadi salah satu tolak awal menjalin silaturahmi atara NTB dan Lampung.

Kami harap sepulngnya kami dari NTB ini, kami mendapat ilmu yg bisa kami terapkan di provinsi Lampung untuk sisi pariwisata dan pertanian.

Ketua komisi 2 DPRD NTB menyampaikan Nusa Tenggara Barat (disingkat NTB) ialah sebuah provinsi di Indonesia yang berada pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini beribu kota di Mataram dan memiliki 10 Kabupaten dan 2 Kota, termasuk kota Mataram. Jumlah penduduk Nusa Tenggara Barat tahun 2019 berjumlah 5.070.385 jiwa

Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara masyarakat Bima (suku Mbojo) dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam, dengan konsentrasi 96,11%.

jumlah destinasi wisata unggulan di NTB ini ada 19, 10 berada di Pulau Lombok dan 9 Berada di Pulau Sumbawa. Kami mempunyai 2 geopark yaitu geopark rinjani sebagai Unesco global geopark dan nasional geopark tambora, ini lah yg menjadi daya tarik dunia untuk NTB.

Sektor pariwisata menjadi prioritas kedua setelah sektor pertanian. Kedepannya NTB akan menjadi smelter yang akan ditempatkan di pulau sumbawa.

Kepala desa kembang kuning sempat mengatakan “Kembang kuning, kembang ate, kembang mate”, yang dimana arti dari kata itu “kembang ate” itu bunganya hati maknanya masyarakat didesa kembang kuning ini bisa menjadi tuan rumah yang baik selalu menjaga sopan santun, “kembang mate” itu bunga mata maknanya desa ini memiliki panorama alam yang begitu indah selalu harmonis yang perlu dipertahankan di desa ini dan yang harus diikutin di desa desa yang ada di NTB.

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).