Untuk mewujudkan mimpi NTB dalam mengembangkan desa-desa wisata. Maka perlu adanya penataan yang merata dan efektif. Penataan desa wisata harus mengedepankan kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan nilai kebudayaan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Semua program pembangunan desa wisata tidak boleh mengorbankan atau mengabaikan pembangunan dasar lainnya.

Kebutuhan dasar yang harus diutamakan dalam membangun desa wisata adalah kebutuhan akan pendidikan. Pendidikan dengan SDM yang mumpuni serta ketersediaan fasilitas yang memadai guna mendorong generasi bagaimana pentingnya pendidikan untuk menyongsong masa depan yang gemilang. Selain pendidikan, layanan kesehatan juga menjadi elemen yang sangat penting untuk dibenahi sehingga diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas. Kemudian yang paling penting adalah bagaiman meningkatkan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Serta tetap menjaga lingkungan yang bersih dan lestari.

“Kita ingin melihat langsung bagaimana perkembangan desa wisata selama ini. Kami juga akan selalu memperhatikan pembangunan dasar lainnya. Artinya selain mengembangkan wisata desa, kami juga akan perhatikan pembangunan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meninjau keempat desa wisata. Diantaranya Desa Penujak, Tanah Awu, Sengkol dan Ketare yang terletak di sekitar lingkar Bandara Internasional Lombok Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (29/01/20).

Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur yang akrab di sapa Ummi Rohmi yang didampingi oleh Asisten I, Asisten II, kepala Dispar, BPKAD, PUPR, Dinas Perkim, Diskominfotik dan beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah NTB serta dari masing-masing keempat kepala Desa. Dalam kunjungan awalnya, Umi Rohmi meninjau Desa wisata Penujak. Dari menyalami ibu-ibu di pasar Penujak hingga melihat normalisasi sungai Penujak, mengunjungi kampung pengrajin gerabah. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau lokasi pembangunan pasar senin serta akses jalan pemukiman di Desa Tanah Awu. Setelah itu mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika, infrastruktur jalan dan bersilahturahmi dengan masyarakat di kantor Desa Sengkol. Kunjungan di akhiri dengan berdiskusi dengan masyarakat dan kepala Desa Ketare.

Wagub Ummi Rohmi menjelaskan, pengembangan desa-desa wisata merupakan ikhtiar pemerintah dan masyarakat untuk menyambut tujuan wisata dunia ke depan. Harapan itu tentu harus didasari oleh penguatan desa yang secara mandiri dapat membangun desanya. Sementara itu, kata Ummi Rohmi, pemerintah provinsi harus turun langsung dan mengatasi segala permasalahan yang ada. Untuk itu, pemerintah harus mampu menjawab segala kebutuhan desa. Baik untuk perbaikan akses jalannya, keamanan desa serta kebersihan desa-desa wisata. Maupun ketersediaannya berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Kami hadir untuk mendengarkan segala kebutuhan masyarakat keempat desa itu. Apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan desa wisata, insyaAllah pemerintah provinsi akan bantu,” tegas Ummi Rohmi di hadapan tokoh-tokoh masyarakat desa.

Selain itu, kata Ummi Rohmi, keempat desa tersebut merupakan gerbang dari provinsi NTB. Sebab wisatawan yang berkunjung di NTB akan melihat suasana desa setempat. Baik kebersihannya, budaya maupun keramah-tamahan masyarakatnya. Wajah pariwisata yang sedang dikembangkan saat ini merupakan cerminan dari keindahan keempat desa tersebut. Oleh karena itu, kata Ummi Rohmi, penataan desa-desa itu harus di prioritaskan karena masing-masing desa memiliki potensi yang tak kalah saing dengan desa wisata lainnya.

“Saya sangat yakin, keempat desa itu akan menjadi desa yang kuat dan mandiri. Jika penataan dan pengelolaan yang baik. Karena keempat desa tersebut merupakan gerbang daerah Provinsi NTB untuk menikmati segala destinasi wisatanya,” ujarnya.

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).