Perlu kalian tahu nih, kata Barodak Rapancar ini sendiri diambil dari kata ‘Odak’ yang berarti lulur sedangkan Rapancar berasal dari kata ‘Pancar’ yang berarti memerahkan kuku tangan dengan daun pancar, jadi dapat disimpulkan bahwa Barodak Rapancar yakni tradisi luluran dan mewarnai tangan.

Bagi masyarakat Sumbawa sendiri tradisi ini memiliki filosofinya tersendiri, dimana kata “Odak” menurut mereka melambangkan keikhlasan kesatuan hati dan tekad. Sedangkan “Rapancar” memiliki makna bahwa setiap pasangan memiliki semangat berkorban dengan jiwa dan raga demi kehidupan yang mulia.

Kegiatan ritual Barodak Rapancar ini pastinya dilakukan agar kedua calon mempelai mampu mengarungi bahtera hidup membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dengan berlandaskan pada keikhlasan.

Jadi bagaimana? #Sobatwisata ada yang sudah coba? Yuk ceritain pengalaman kalian di kolom komentar serunya mengikuti ritual Barodak ini!

Kategori: Budaya

admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).