Gili TrawanganMinat wisatawan mancanegara dan nusantara yang berwisata ke NTB belakangan ini semakin tinggi. Buktinya angka kunjungan wisatawan yang berkunjungan ke NTB  pada tahun 2014 mencapai angka 1.629.122 orang dengan rincian 752.306 wisatawan mancanegara dan 876.816 wisatawan nusantara.

Untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat di tahun 2015, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus fokus melakukan pembenahan destinasi pariwisata, terutama obyek-obyek strategis yang memiliki daya jual tinggi. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB,  pada tahun 2015 ini tetap akan melakukan direct promotion di daerah-daerah yang merupakan pasar utama pariwisata NTB, yang tentunya diimbangi dengan penataan objek wisata secara proporsional baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Beberapa objek wisata masih perlu dilakukan pembenahan dan penataan berupa penyediaan sarana dan fasilitas pendukung yang lebih representatif.

Tiga hal yang menjadi fokus dalam penyediaan sarana dan fasilitas pariwisata adalah rest area (shelter), toilet dan  tempat sampah. Beberapa destinasi yang akan dibangun di NTB antara lain adalah pembangunan open stage di Jalan Udayana (Kota Mataram), Penataan Jalan Lingkar Gili Air (Kabupaten Lombok Utara), Pembangunan fasilitas wisata di Aik Nyet Sesaot (Kabupaten Lombok Barat), Pembuatan Geotrail Timbanuh menuju Gunung Rinjani (Kabupaten Lombok Timur) dan Pembangunan Jalur Trekking menuju Gunung Tambora (Kabupaten Dompu).

Harapannya,….pembenahan destinasi pariwisata tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi yang paling penting adalah dampak langsung yang diterima masyarakat, seperti penyerapan tenaga kerja, membuka usaha di bidang pariwisata yang dikelola masyarakat sekitar, meningkatkan pendapatan asli daerah, sehingga dengan demikian kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga memberdayakan Kelompok Sadar Wisata disekitar obyek wisata dalam ikut berpartisipasi membangun pariwisata daerah. Kelompok-kelompok yang sudah terbentuk diharapkan nantinya akan tetap memelihara obyek-obyek wisata disekitarnya yang telah dibenahi, agar para wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung ke suatu obyek. Disamping itu  keramahtamahan masyarakat lokal terhadap para wisatawan juga sangat diharapkan, serta kondusifitas keamanan  harus tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA :