Desain dan pengembangan produk inovatif merupakan kunci sukses bersaing di pasar global. Melimpahnya sumber daya alam membuat pemerintah berharap pelaku usaha industri kerajinan dan mebel lebih kreatif dan inovatif agar produk lokal berdaya saing dan mampu mendorong ekspor.

Seminar yang diselenggarakan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) dengan mengangkat tema Reimagining Craft and Design in Asia, dibahas potensi dan peluang serta tren untuk pengembangan furnitur desain di dunia. Seminar ini diharap mendorong pelaku usaha industri kerajinan dan mebel menjadi kreatif dan inovatif.

Sekjen AMKRI Abdul Sobur menjelaskan, seminar di tengah penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2016 ini dapat meningkatkan wawasan terhadap tren desain furnitur dunia. Selain itu juga dapat memberi penerangan pada pelaku usaha industri terhadap peluang pengembangan desain di masa depan.

“Selanjutnya pelaku usaha kerajinan dan mebel dapat memahami potensi keunggulan desain Asia dan melihat peluang nilai tambah melalui potensi skill dan material dari industri mebel di Indonesia,” ujar Sobur dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (13/3/2016).

Dia melanjutkan, pengembangan desain dan konsep baru dengan memasukkan unsur teknologi digital dapat membuat kerajinan dan mebel Indonesia menjadi lebih modern. Keahlian perajin menjadi ujung tombak produk kerajinan dan mebel mampu bertahan di tengah cepatnya laju zaman.

“Jadi melihat visi masa depan yang berkaitan dengan bagaimana membuat kerajinan tetap eksis dan bertahan. Selain itu bisa mengkombinasikan antara kerajinan dan teknologi untuk menanggulangi tantangan yang kita hadapi sekarang,” tutur Sobur.

Namun demikian, menurut dia pengembangan produk yang inovatif perlu adanya fasilitas penunjang untuk melakukan pengembangan desain (design center). Di sisi lain, perajin juga harus diberikan perlindungan desain Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di wilayah-wilayah basis industri sebagai syarat terjadinya kemandirian dalam hal desain yang dikelola secara komprehensif dan berkesinambungan.

“Ini mutlak diperlukan sebagai syarat utama terbentuknya kemampuan daya saing industri yang ditopang oleh kualitas desain produk yang layak pasar,” tegas dia.

Maka itu AMKRI mengajak intansi terkait seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian KUKM, Kementerian Hukum dan HAM, Asosiasi, dan Pemda untuk mewujudkan keberlanjutan produk kerajinan lokal yang mengadopsi kemajuan zaman.(SAW)

Sumber: ekonomi.metrotvnews.com

BACA JUGA :