Perekonomian Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan akibat dari merebaknya Pandemic Covid-19 yang sedang menyerang beberapa negara termasuk indonesia dan juga Nusa Tenggara Barat hal ini berdampak di beberapa sektor termasuk sektor pariwisata. Pada industri pariwisata tercatat sebanyak 8.522 tenaga kerja yang dirumahkan dan 54 orang yang di PHK terdiri dari Hotel, restaurant, Homestay, Cafe dan UKM di beberapa sektor pariwisata di NTB per 20 April 2020, dan Untuk menangani hal tersebut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkoordinasi dengan berbagai stakeholder pariwisata untuk menysusun program percepatan recovery Covid-19.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian Politeknik Pariwisata Negeri Lombok terhadap pelaku dan pekerja sektor pariwisata, bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB akan memberikan bantuan paket kebutuhan pokok kepada pelaku dan pekerja tersebut.

Kegiatan ini merupakan salah satu strategi awal untuk menghadapi fase kedaruratan selama wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB. Pemberian bantuan ini dimaksudkan sebagai stimulan untuk pelaku dan pekerja di sektor pariwisata yang langsung terkena dampak wabah Covid-19.

Selanjutnya akan diadakan pelatihan sesuai dengan profesi dan keahlian dari masing-masing pelaku dan pekerja pariwisata tersebut, diantaranya adalah Pelatihan Front Office, Pelatihan Food and Beverages, Pelatihan Food Production, dll. Yang akan dilaksanakan setelah situasi dan kondisi wabah Covid-19 mereda/kondusif. Penundaan pelatihan dimaksud, murni dilakukan karena alasan teknis dan kondisi yang belum stabil akibat wabah Covid-19.

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).