Mataram, 8 Agustus 2019 – Sekitar kurang lebih 50 orang mengikuti pembekalan Liaison officer di gedung Bappeda provinsi Nusa Tenggara Barat. Pembekalan ini dilakukan untuk mempersiapkan acara Asia Pasifik Geopark Network 2019. Lebih dari 500 orang tamu dari berbagai negara diperkirakan akan mengikuti acara ini. Simposium APGN 2019 merupakan acara ke-6 yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 September 2019 hingga 6 September 2019. Negara-negara yang akan bergabung, antara lain Afrika, India, Thailand, Inggris, Malaysia, Korea, Vietnam, Jepang dan negara lainnya yang mewaikili geopark-geopark di seluruh dunia.

Tujuan diadakannya APGN untuk merumuskan kebijakan kerjasama antara Global Geopark dan mereview kembali rekomendasi-rekomendasi pelaksanaan kegiatan dan program bagi Global Geopark yang ada di Asia Pasifik. Dengan adanya tujuan tersebut, panitia berharap para liaison officer mampu menjadi penyambung informasi kepada para tamu yang akan datang. “Hari ini kami adakan pembekalan LO bagi mereka yang sudah bersedia menjadi LO. Lalu kita acak dan pilih mereka.Karena seorang LO adalah seorang personil yang menghubungkan tuan rumah dengan tamu serta mempersiapkan kebutuhannya”.

Berbagai materi pun diberikan kepada para liaison officer seperti pengetahuan mengenai landscape Indonesia, cara mengatasi ketika terjadi gempa bumi dan tsunami, serta susunan acara dari pra simposium hingga pasca simposium. Pembicara sekaligus panitia seperti Dr. Muhammad Irwan juga didatangkan guna mempersiapkan para liaison officer.

“Materi ini penting untuk diketahui oleh para LO, agar dapat menjelaskan mengenai isu-isu tentang bencana alam yang sedang berkembang kepada para tamu. Karena pada kenyataannya potensi bencana alam di pulau Lombok relatif kecil.”

Dengan pembekalan ini, diharapkan para laiason officer dapat menjadi penyambung tangan dan mengharumkan nama Indonesia sebagai tuan rumah APGN 2019. Sehingga kerjasama yang dilakukan antar negara pun semakin mudah untuk terjalin.