Jambore Desa Wisata Nusa Tenggara Barat tahun 2021 dilaksanakan di Objek Wisata Ulem-Ulem Desa Tetebatu, Lombok Timur. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 24 September 2021.

Dengan protokol kesehatan yang ketat, acara dimulai dengan sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi yang melaporkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti jambore desa wisata ini mencapai 50 peserta diantaranya terdiri dari pengelola desa wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Kadispar berharap melalui pelatihan ini tidak hanya akan membantu pemerintah provinsi untuk menyerap aspirasi dari para peserta tetapi juga membantu para pelaku wisata khususnya desa wisata untuk lebih cermat mengelola desa wisatanya.

“Besar harapan kami agar para peserta tetap semangat mengikuti pelatihan sampai akhir dan memberikan manfaat untuk desa wisata lainnya,” ucapnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah provinsi karena sudah memberikan perhatian dan bantuan yang melimpah untuk Desa Wisata Tetebatu dan sekitarnya.

“Dengan Desa Wisata Tetebatu mengikuti ajang internasional ini memberikan dampak positif kepada desa-desa wisata lainnya, sehingga desa wisata tersebut sudah mulai aktif dan bangkit kembali,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi M.Si, mewakili Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah S.E, membuka secara resmi jambore desa wisata tersebut dengan berharap melalui pelaksanaan kegiatan ini seluruh peserta bisa berbagi informasi dan edukasi tentang tata kelola desa wisata sehingga nantinya seluruh desa wisata di NTB bisa sukses dan bangkit kembali seperti sediakala.

“Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini sehingga nantinya akan memberikan dampak yang besar untuk kebangkitan pariwisata NTB di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” tutupnya.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).