Dalam upaya memberikan pelayanan dan penanganan yang baik terhadap wisatawan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memfasilitasi pemulangan warga negara Malaysia baik yang terluka maupun meninggal dunia saat terjadinya tanah longsor di kawasan wisata air terjun Tiu Kelep pascagempa bumi yang mengguncang daerah itu pada Minggu (17/3).

“Untuk keluarga kita siapkan free hotel di Mataram, sedangkan untuk pemulangan jenazah dan keluarga difasilitasi Kementerian Pariwisata dari Lombok ke Jakarta menuju Kuala Lumpur, menggunakan maskapai Garuda,” ucap Kepala Dinas Pariwisata NTB di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, menyusul musibah tersebut Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta sudah mengirimkan konsulatnya di NTB. “Dari pihak Kedubes Malaysia sudah berada di Lombok untuk melihat perkembangan penanganan pascagempa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, saat terjadi gempa jumlah wisatawan asal Malaysia berjumlah 27 orang yang tergabung dalam satu grup dan menginap di satu hotel yang sama di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat.

“Sebenarnya mereka sudah dua hari berada di Lombok dan rencananya akan pulang hari ini (Senin,18/03/19),” terangnya.

“Untuk mereka yang ingin pulang sekarang akan kita fasilitasi, yang mau extend hingga besok juga akan kita fasilitasi nanti dengan Air Asia,” sambungnya.

Menurutnya, dari 27 WNA Malaysia itu, dua orang dalam kondisi meninggal dunia atas nama Tai Sieu Kim, 56 tahun dan Lim Sai Wah, 56 tahun. Sedangkan sembilan orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Intinya seluruh biaya kita tanggung semua biaya pengobatan dan pemulangan jenazah dan keluarga,” jelas Kadispar NTB.