Gunung Agung di Kabupaten Karang Asem, Bali, kembali mengalami erupsi setelah beberapa minggu tenang, dengan ketinggian semburan abu vulkanis 1.500 meter dari puncak kawah, Sabtu 25 November 2017 sekitar pukul 17.30 WITA.

Gambar : Gunung Agung saat mengeluarkan letusan dan awan panas

Meskipun pada letusan kali ini status Gunung Agung masih Siaga (Level 3), warga dari Dusun Tihingseka, Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, yang masuk dalam radius Kawasan Rawan Bencana II mengungsi ke tempat yang lebih aman.Tidak hanya warga di Bali yang dalam posisi siaga bencana, warga di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga dalam posisi waspada akan dampak dari erupsi gunung Agung.”sudah ada sedikit debunya yang masuk ke ujung Kabupaten Lombok Utara.”

Warga dihimbau untuk tidak berpergian jika tidak ada hal yang penting dan jangan lupa mengenakan masker jika berada diluar rumah dan warga Lombok diharapkan untuk tidak panik dan tetap waspada. Ujar Muhammad Rum selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)NTB

Kementerian Perhubungan mengatakan “Untuk aktivitas penerbangan di Bandara Lombok International Airport (LIA) telah beroperasi secara normal sementara itu Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali masih ditutup sementara.”Abu vulkanik di Bandara Internasional Lombok tidak terdeteksi, karena itu dapat beroperasi seperti biasa.”Untuk itu Bandara Internasional Lombok dinyatakan dibuka kembali dan beroperasi seperti biasa mulai hari ini, Senin 27 November 2017 pukul 06.00 WITA,” ujar Pramintohadi.

Sebelumnya, pada Minggu (26/11/2017) pukul 17.15 WITA, Bandara Internasional Lombok sempat ditutup sementara karena abu vulkanik dari letusan Gunung Agung di Bali diterbangkan angin hingga menutupi jalur udara dari dan menuju bandara tersebut.

Oleh karena itu Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan rapat bersama stake holder Pariwisata mengadakan rapat terkait penanggulangan dampak erupsi Gunung Agung terhadap kunjungan wisatawan di NTB pada hari ini Senin, 27 November 2017 pukul 12.30 – 15.00 WITA di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata NTB dan diperoleh hasil kesiapan dari masing-masing stake holder sebagai berikut.

  1. Polda NTB : Telah menyiapkan 100 Orang personil dan kendaraan angkut untuk antisipasi, tinggal menunggu arahan apabila terjadi emergensi.
  2. ASDP Lembar : Menyiapkan ambulan dan transport dari Pelabuhan ke Selter seandainya ada yang akan di evakuasi.
  3. Dishub Lombok  Barat : Siap memfasilitasi transportasi yang diperlukan oleh ASDP.
  4. BMKG : Akan selalu Update keadaan cuaca dan info tentang gunung Agung setiap ada perkembangan.’
  5. Danlanud : membuat group WA dan informasi online dengan admin Dinas Pariwisata untuk mempermudah mendapatkan informasi yang akurat.

Intinya Semua peserta pada intinya akan membantu apabila terjadi sesuatu yang emergensi.

BACA JUGA :