Selasa, 21/11/2017 – Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Bapak Ridwan Hasan menghadiri rapat di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB yang bertema penguatan daya saing SDM UMKM Pariwisata dalam rangka memanfaatkan integrasi ekonomi ASEAN. Selain Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Bapak Ridwan Hassan, kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si juga hadir Rapat ini sebagai narasumber, para stakeholder dan kepala SKPD juga turut hadir dalam rapat ini.

Rapat dibuka dengan penyerahan plakat dan sesi foto bersama serta sambutan dari Bapak Ridwan Hassan. “ kami berkeyakinan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkat kan pemahaman kita bersama mengenai kerjasama kita bersama ASEAN kian dinamis dan intensif khususnya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang mendorong kemajuan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan”, ujar beliau.

Gambar : Penyerahan plakat oleh Sekda Provinsi NTB kepada Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri

Dalam rapat ini para narasumber menyampaikan paparannya mengenai potensi yang dapat diraih bersama-sama dalam rangka masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). “Kemlu adalah ujung tombak pelaksana diplomasi kita di luar negeri. Paling sedkit kita mengclusterkan diplomasi itu kedalam 4 pilar. Yang pertama adalah yang menyangkut kedaulatan kita, jadi upaya kita memagari kedaulatan kita termasuk perundingan kapal batas dan sebagainya. Yang kedua adalah yang berkaitan dengan diplomasi ekonomi. Diplomasi luar negeri 5 tahun kedepan tidak akan berjarak dengan kepentingan nasional dan kepentingan rakyat Indonesia. Pilar yang ketiga adalah yang menyangkut perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia”, ujar Ridwan Hassan dalam paparannya.

Gambar : Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri saat menyampaikan paparannya

“saya melihat pertemuan ini amat penting bagi kita di NTB karna selama ini UMKM kita ini berada pada ruang yang memang berhadap-hadapan dengan berbagai regulasi. Terutama terkait dengan pengembangan dan permodalannya”, ungkap Bapak Faozal dalam paparannya.Menurut beliau bahwa pariwisata sebagai sektor andalan yang harus di dukung semua sektor antara lain terkait infrastruktur dan transportasi. Diplomat-diplomat kita di berbagai negara yang kita kunjungi untuk jualan pariwisata kita sangat welcome. Pemerintah NTB mendesain pembangunan pariwisata di NTB dengan regulasi yang sudah terukur sehingga apa yang kita lakukan punya dasar regulasi yang terstruktur dalam peraturan-peraturan daerah dan seterusnya di tindaklanjut bersama industri-industri terkait.

Gambar : Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB saat menyampaikan paparannya

Kementrian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit juga menyampaikan pada paparannya “ kami juga ada bagaimana mengembangkan desa wisata dan pendampingannya. Kami mengharapkan kalau memang ada daerah-daerah yang mau dikembangkan tetapi memang basisnya koperasi. Pokdarwis harus di koperasikan, pokdarwis oke pada segi teknis, tapi bagaimana mereka mengembangkan bisnis itu harus di dalam sekala ekonomi. Itu yang arus di koperasikan supaya posisi tawar mereka ke travel dan sebagainya harus sejajar”, ungkapnya.

Gambar: kementerian Koperasi dan UKM Saat menyampaikan paparannya

Dari pertemuan pada hari ini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa indonesia pada umumnya dan NTB khususnya harus mampu bersaing dengan negara-negara Asia pada Pasar ASEAN yang dalam hal ini pemerintah bersama dengan instansi atau stake holder terkait harus mampu menciptakan suatu produk yang dikemas dengan kreatifitas dan inovasi yang tinggi sehingga indonesia dapat percaya diri dengan produk-produknya dan harus memaksimalkan modal-modal yang diperlukan dalam membangun dan mengembangkan sektor-sektor yang ada di indonesia guna membangun bangsa agar menjadi lebih baik.