Giri Menang, 28/11/2017 – Gunung Agung di Karangasem Bali kembali erupsi. Erupsi menyebabkan ada peningkatan volume penyebrangan di Pelabuhan Lembar dari Pelabuhan Padang Bai Bali atau sebaliknya. Peningkatan ini juga diakibatkan oleh pembatalan jadwal penerbangan baik di Bandara International I Gusti Ngurah Rai Bali maupun di Bandara Lombok International Airport(LIA) kemarin karena dikhawatirkan abu vulkanik Gunung Agung menggangu penerbangan.

Humas PT.ASDP Ferry Indonesia Cabang Lembar, Deny N. Putra mengatakan, pada hari biasa penumpang yang datang dari pelabuhan Padang Bai itu rata-rata 150 orang per hari. namun kini meningkat 100 persen dengan rata-rata 300 orang per hari. sedangkan dari Pelabuhan Lembar ke Padang Bai yang rata-rata 150 orang par hari, ada peningkatan 50 persen menjadi rata rata 225 orang per hari.

Pihaknya sendiri masih menunggu perkembangan berdasarkan koordinasi dengan BPBD Bali dan BPBD NTB, juga dengan semua komunitas yang telah dipersiapkan oleh BNPB, Dinas Perhubungan, TNI/POLRI untuk mengadakan posko terpadu di Padang Bai maupun Lembar guna mengantisipasi lonjakan pengungsian yang diperkirakan terus meningkat mencapai 10.000 per hari di Bali.

Dikatakan, total ada 36 kapal yang beroperasi di Lembar. Sehari itu ada 12 kapal yang beroprasi dengan trip 24. Jika ada lonjakan yang signifikan, maka pihaknya akan melakukan percepata pemuatan dan melibatkan atau memaksimalkan 36 kapal. Sehingga kemungkinan tidak memerlukan penambahan kapal lagi. “Dalam kondisi normal dengan 12 kapal yang ada, kami bisa mengangkut rata-rata 6.000 orang perhari dan jika kondisi urgent dengan melibatkan seluruh armada, kami bisa mengangkut hingga 15.0000 orang per hari dengan mengoprasikan kapal tambahan,” jelasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar, Hartono yang dikonfirmasikan mengatakan, belum ada laporan pengungsian Erupsi Gunung Agung yang ada di Lobar. “Belum ada laporan kedatangan pengungsi, tapi kalau ada kami akan data dan membatunya,” ungkapnya.

BACA JUGA :