Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB kembali meluncurkan (launching) branding “Pesona Lombok Sumbawa” di luar negeri.

Dimulai dengan branding di busway Transjakarta dan beberapa taksi di Singapura, kemarin Budpar NTB dan para pelaku pariwisata di NTB meluncurkan branding “Pesona Lombok Sumbawa” di Kuala Lumpur, Malaysia.

Budpar bekerja sama dengan sebuah perusahaan taksi yang beroperasi di Kuala Lumpur. Gambar-gambar Pesona Lombok Sumbawa membungkus taksi itu.

Launching branding itu dilakukan di halaman Kuala Lumpur Tower. Kuala Lumpur Tower adalah salah satu ikon Malaysia disamping Kuala Lumpur City Center atau yang populer dengan sebutan menara kembar Petronas.

Hadir dalam launching itu GM Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardika, Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu Djoka, pimpinan dan karyawan Koperasi Integriti Keusahawanan Pengangkutan Awam KL BHD yang menjadi operator taksi eksekutif itu, serta para pelaku pariwisata di NTB.

“Taksi eksekutif ini melayani tamu di tengah kota Kuala Lumpur, jadi bisa langsung dilihat Pesona Lombok Sumbawa,’’ kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) NTB HL Moh Faozal.

Membungkus kendaraan di sebuah kota besar, kata Faozal, lazim dilakukan pemerintah dan perusahaan. Iklan berjalan itu bisa dilihat lebih banyak orang lantaran selalu berpindah. Di Kuala Lumpur sendiri, bus-bus yang beroperasi di tengah kota sudah penuh oleh branding pariwisata.

Di tengah kota yang padat, branding di kendaraan juga efektif lantaran berjalan cukup pelan. Tentu saja masyarakat bisa jelas melihat branding yang terpasang di kendaraan itu. “Awalnya mereka penasaran melihat, lalu mencari tahu potensi pariwisata itu,’’ katanya.

Selain branding taksi, Budpar juga memasang layar TV di lobi Kuala Lumpur Tower. TV itu berisi video keindahan pariwisata NTB. Sengaja dipasang di lobi agar para wisatawan yang berkunjung bisa melihat sebelum keliling dan naik ke puncak Kuala Lumpur Tower.

Kenapa memilih Kuala Lumpur ? Dikatakan Faozal, Malaysia adalah salah satu potensi pasar pariwisata NTB. Predikat NTB sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination menjadi nilai lebih.

Wisatawan Malaysia mayoritas muslim dan mereka lebih nyaman berlibur di daerah yang tersedia fasilitas penunjang ibadah, seperti musala, tempat wudhu, dan makanan halal.

“Saat kompetisi World Halal Travel Summit 2015 di Abu Dhabi kita bersaing dengan Malaysia. Artinya mereka juga sangat memperhatikan halal tourism itu,’ ’katanya.

Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu Djoka mengatakan, dalam Table Top para seller dan buyer yang digelar di Sunway Putra Hotel, Kamis (10/3), banyak pertanyaan tentang halal tourism itu.

Para buyer dari Malaysia selalu menanyakan tentang makanan dan fasilitas ibadah. Ketika dijelaskan bahwa di Lombok dan Sumbawa mayoritas muslim, banyak masjid, dan makanan terjamin halal, para buyer itu merasa senang dan memutuskan untuk membawa wisatawan ke NTB. “Sekarang salah satu market pariwisata kita Malaysia,’’ ujarnya.

Dia mendukung langkah Budpar NTB yang gencar promosi ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar negeri. Sebagai pelaku pariwisata, promosi yang gencar itu bisa membantu calon wisatawan untuk memilih daerah yang akan dituju. Kedatangan wisatawan inilah yang ditangkap para pelaku pariwisata.

“Pemerintah dan pelaku pariwisata harus saling mendukung,’’ katanya.

Sementara itu I Gusti Ngurah Ardika mengapresiasi langkah Budpar yang promosi ke Malaysia. Memasang branding “Pesona Lombok Sumbawa” di kendaraan yang beroperasi di Kuala Lumpur adalah sarana yang tepat.

“Malaysia adalah salah satu target pasar pariwisata yang potensial,’’ ujarnya.

Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara juga berkomitmen mendukung kemajuan pariwisata suatu daerah. Lombok International Airport sendiri menyediakan space yang cukup luas untuk branding pariwisata NTB di pintu kedatangan.

“Bandara adalah stakeholder pariwisata. Kita sama-sama mendukung,’’ katanya. (fat/r10)

Sumber: lombokpost.net

BACA JUGA :