LOGO Pesona LomboSumbawa_980x500

Pesona Lombok Sumbawa adalah komitmen pariwisata Nusa Tenggara Barat kepada dunia yang sekaligus mempertegas posisi tawar kita dalam persaingan pariwisata internasional. Kata “Fabulous” atau “Pesona” menunjukkan pesan “kaya dengan ketakjuban” dari segala aspek baik manusia, budaya maupun alamnya.

Branding ini pada akhirnya bertujuan utk menciptakan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang didukung oleh 3 pilar utama, yaitu: Culture, Nature dan Creative (Man Made). Ketiganya memberi makna bahwa alam (nature) Nusa Tenggara Barat yang sangat indah baik berupa keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan, serta beranekaragam hayati.

Lombok Sumbawa juga secara jelas memiliki kekayaan budaya (culture) yang unik dan heterogen, berupa suku, bahasa, tradisi dan adat istiadat (Sasak, Samawa dan Mbojo ). Sementara karya kreatif (creative-man made) putra putri Nusa Tenggara Barat harus pula merepresentasikan daya kreasi yang mampu mencipta ragam karya, daya tarik, dan atraksi yang memikat wisatawan.

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Nusa Tenggara Barat (Lombok Sumbawa) dalam sustainable tourism adalah bagaimana: (1).Menghasilkan repeated visitors (pengunjung yang rela datang berkali kali, karena memang menikmati pesona Lombok Sumbawa). (2).Menghasilkan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. (3).Pelestarian lingkungan dan alam Nusa Tenggara Barat.

Yang sangat perlu disiapkan dan dibenahi dengan segera adalah : (1).Infra structure obyek wisata. (2).Law Enforcement. (3).Pelatihan Sumber Daya Manusia yang bukan sekedar secara teknis akan tetapi juga etika dan moral sesuai prinsip sapta pesona.

Untuk itu dalam jangka pendek bisa dipertimbangkan untuk memanfaatkan keberadaan industri pariwisata untuk melakukan program magang intensif bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pariwisata, dsb. Dengan demikian akan terjalin kesepahaman prinsip dasar pengelolaan pariwisata yang lebih mendekati kebutuhan pasar/ industry. Agar juga dipetakan secara lebih tegas obyek dan atraksi wisata masing-masing daerah yang memang benar-benar layak kunjung sesuai dengan kebutuhan industry.

Untuk mendukung langkah-langkah diatas sangat diperlukan keterlibatan: (1).Industri/pelaku. (2).Pemerintah Daerah (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata). (3).Pihak Keamanan. (4).Komunitas Lokal. (5).Akademisi/Budayawan. (6).Media. (7).DPRD, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Mereka bisa berperan aktif dalam unit-unit Task Force yang bertanggung jawab untuk tugas-tugas tertentu.

Sumbangan Tulisan: Bapak Awan (Pelaku Pariwisata NTB)

BACA JUGA :