Kali ini Rebound Desa Wisata kembali berlanjut di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah. Rebound Desa Wisata ini merupakan program dari Kemenparekraf RI yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Pengembangan Destinasi Wisata Super Prioritas (DSP) Mandalika.

Pada Kegiatan ini di hadiri Oleh Kadispar Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Direktorat Jenderal Pengembangan Desa Tertinggal, Lembaga kelompok penenun songket di Lombok Tengah Suwini Astuti, Kades Sukarara yakni Jumarse SIP, serta 60 peserta dari masyarakat setempat.

Kadispar Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal dalam Sambutannya menyampaikan beberapa poin terkait dengan Pengembangan Desa Wisata DSP Mandalika yaitu, Desa sukarare mempunyai tempat spesial dalam rangka Pengembangan Kepariwisataan di NTB.

Tidak ada yg bisa membangkitkan sukarara jika tidak masyarakat desa sukarara sendiri, Harus selesaikan lingkungan untuk mendukung wisatawan masuk ke desa sukarara,- Minggu depan kumpulkan owner dari artshop desa sukarara, mendiskusikan permasalah yg sedang terjadi akibat covid-19 dan Membuatkan proposal sederhana untuk menyempaiakan kebutuhan yang paling crusial di desa sukarara.

Pada sambutannya Deputi Pengembangan Destinasi Regional II yakni Dr. Wawan Gunawan menyampakan “Pariwisata tidak akan bisa terwujud jika hanya mengandalkan pemerintah saja, seluruh pentahelix harus bersatu, Untuk kedepannya kita harus tetap bersinergi, Desa sukarara sudah melengkapi 3A (amenitas, atraksi, aksesibilitas) Mari bersama-sama mempersiapkan sadar wisata Sapta Pesona” ucapnya.

“Saya berharap semoga kedepannya berharap ada kolaborasi yang baik antara pokdarwis dengan Bumdes” tutupnya.Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat-alat kebersihan serta berlanjut kembali dengan Aksi Bersih-bersih di Lingkungan Desa Wisata Sukarara.

Dokumentasi Kegiatan

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).