Mataram, 29 Desember 2017 – Perkembangan kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat sudah meningkat secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari angka kunjungan yang terus meningkat setiap tahun terlihat dari program-program atau kegiatan yang terus dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata bersama stake holder terkait guna membantu meningkatkan kepariwisataan di NTB.

Dalam acara ini, pertemuan ramah tamah industri pariwisata bersama instansi terkait dirangkai dengan testimoni dari masing-masing narasumber mengenai perkembangan kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat. Beberapa stakeholder dan instansi terkait juga hadir dalam acara ini.

Tahun 2017 Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat telah merampungkan 38 paket penguatan destinasi yang di biayai dari APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 9 paket penguatan destinasi yang di biayai dari dana alokasi khusus Kementerian Pariwisata yang di kelola oleh Dinas Pariwisata. Paket-paket pembenahan destinasi ini tersebar mulai dari Ampenan yang berupa panggung selfie dan di belakang sudah di pasangkan kapal Phinisi yang menggambarkan sejarah kota Ampenan sebagai pelabuhan tertua di Nusa Tenggara Barat. Di 38 destinasi yang di kuatkan sudah di sediakan toilet portable di antaranya Lombok Utara tepatnya di wisata alam Pusuk, kemudian Pantai Pandanan yang juga sudah di bangun mushola dan banyak lagi termasuk juga beberapa destinasi yang ada di pulau Sumbawa.

Selain toilet portable, Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat juga membangun TIC (Tourism Information Center) tepatnya di seleterate. Nusa Tenggara Barat juga menjadi tuan rumah Sail Indonesia yang di branding dengan Sail Moyo Tambora yang akan di selanggarakan pada tanggal 12-25 September 2018 mendatang.

“Jadi mudah-mudahan ini juga akan menjadi tempat untuk kita memberikan pelayanan kepada peserta yang akan mengikuti Sail Indonesia yang kita branding dengan Sail Moyo Tambora, “ ujar Bapak Faozal selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gambar : Kepala Dinas Pariwisata Saat menyampaikan Sambutan pada acara Refleksi Akhir Tahun

Beliau juga menjelaskan mengenai event Komodo Exercise Navy 2018 yang akan di selenggarakan pada tanggal 5-9 Mei 2018 yang diikuti 42 negara di dunia. NTB menjadi tuan rumah ke 3 setelah Kepulauan Anambas dan di Padang Sumatera Barat.

“Coffe Morning kali ini agak berbeda di ujung tahun 2017 nanti akan kami sampaikan refleksi akhir tahun bersama teman-teman stakeholder pariwisata bahwa capaian kita di tahun 2017 itu kita bisa pastikan target 3,5 juta wisatawan itu sudah terlampaui baik itu 2 juta wisatawan nusantaranya maupun 1,5 juta pergerakan dari wisatawan mancanegaranya, “ ujar Beliau kembali.

Berikut beberapa testimoni-testimoni yang di sampaikan oleh beberapa asosiasi.

Testimoni 1 (ketua HPI) : Sekarang ukuran pariwisata tidak hanya dari akupansi Hotel, akupansi Travel Agent yang memiliki tamu yang datang ke Lombok dan Sumbawa, namun tetapi ada keterlibatan masyarakat yang secara langsung. sekarang sudah banyak desa-desa wisata, maka sekarang yang patut kita jual itu adalah produk yang mereka miliki dengan unggulan-unggulan. HPI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan juga Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah membina salah satu desa yaitu desa Lantang yang ada di Lombok Tengah. Tolak ukur keberhasilan pariwisata bukan hanya dari akupansi Hotel yang penuh, tapi keterlibatan masyarakat dan kesadaran masyarakat atas pentingnya pariwisata.

Testimoni 2 (Air Asia) : sejak awal beroperasi, kami ada 3x seminggu penerbangan dan kurang dari 6 bulan kami sudah beroperasi menjadi penerbangan setiap hari. Untuk akupansinya dan untuk low factornya sangat dinamis statistiknya. Hampir semua penumpang Air Asia itu 75% orang asing semua. Penumpang kami yang berkunjung ke Lombok sangat banyak itu adalah wisatawan asing. Untuk fasilitas, akomodasi dan lainnya mungkin Pak Kadis dan teman-teman pariwisata lainnya sedang bekerja keras memperbaiki fasilitas dan lain sebagainya. Promosinya juga semakin gencar jadi para tamu-tamu kita yang ada di seluruh negara yang itu akan melihat Lombok melalui penerbangan Air Asia transit di Kuala Lumpur untuk pergi ke Lombok.

Testimoni 3 (satgas rinjani) : harapan dari para petugas adalah semoga kedepannya kita bisa bersama sama menjaga kebersihan alam kita yang begitu indah ini, karena dengan bersihnya daerah kita akan mencerminkan kemajuan dari daerah kita pula, dan dengan kerja bersama kita semua yang menjadikan Rinjani sebagai Destinasi yang bebas dari tumpukan sampah sehingga mampu menjadikan rinjani sebagai contoh untuk Destinasi-destinasi yang masih perlu penanggulangan tentang sampah. Mengingat begitu luasnya Gunung Rinjani ketua Satgas Rinjani Bersih berharap kedepannya agar personilnya dapat di tambah sehingga Satgas Rinjani Bersih akan lebih maksimal di dalam menjalankan tugasnya.

Testimoni 4 ( Genpi Lombok Sumbawa ) : Ketua Genpi Lombok Sumbawa dalam menyampaikan Testimoninya mengatakan bahwa pertumbuhan sebuat sektor kepariwisataan juga ditentukan dari bagaimana suatu daerah memberitakan/mempromosikan secara luas tentang keunikan dan keunggulan dari daerah yang dijadikan sebagai tujuan wisata, Genpi Lombok Sumbawa merupakan suatu Organisasi yang di bentuk oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan di resmikan langsung Oleh Bapak Menteri “Arief Yahya”, Genpi Lombok Sumbawa adalah Organisasi yang siap untuk mempromosikan Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat bukan hanya di kenal di kancah Nasional namun juga akan terus mempromosikan Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat agar dikenal di kancah Internasional dengan beragam potensi Wisata yang dimilikinya.

Penandatanganan dan Penyerahan dukungan sarana dan prasarana kepada para pelaku Pariwisata yang di dampingi langsung oleh kepala dinas pariwisata dan pernyataan secara bersama terkait keberhasilan Nusa Tenggara Barat dalam mencapai target angka kunjungan wisatawan dari bulan Januari Hingga November berjumlah 3.508.903 wisatawan. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari wisatawan nusantara sebanyak  2.078.654 orang dan wisatawan mancanegara 1.430.249 orang.

Gambar : pelaku Pariwisata yang menerima dukungan sarana prasarana didampingi kepala dinas pariwisata