Menteri Pariwisata dan Ekonimi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dijawalkan akan kembali mengunjungi Lombok pada 3-5 November mendatang. Pada kunjungannya tersebut, Mas Menteri akan menilai langsung tiga desa wisata NTB yang masuk nominasi pada ADWI 2021.

Untuk menyukseskan kunjungan tersebut, pada Senin (01/11) Kantor Dinas Pariwisata NTB mendapatkan kunjungan terlebih dahulu dari Tim Kreatif ADWI 2021 untuk membahas persiapan-persiapan yang akan dilakukan selama Menparekraf berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi menyambut langsung kedatangan Tim Kreatif ADWI tersebut dan menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena NTB memiliki tiga Desa Wisata yang lolos dalam 50 besar ADWI 2021.

“Tentu saja kami sangat bangga dan berharap melalui kunjungan ini desa-desa wisata tersebut dapat berbenah menjadi lebih baik sehingga memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat,” jelasnya.

Haris, selaku PIC dari Tim Kreatif ADWI 2021 menyampaikan tujuan dari kunjungannya tersebut ialah untuk membahas persiapan-persiapan yang akan dilakukan untuk menyambut Menparekraf dan membantu promosi desa-desa wisata yang masuk kedalam 50 besar ADWI 2021.

“Diantaranya kami akan membuat video profil masing-masing Desa Wisata yang akan di upload ke sosial media Kemenparekraf dan akan di voting menjadi salah satu nominasi Desa Wisata Favorite,” jelasnya.

Tidak sampai disitu, Haris menambahkan bahwa Tim Kreatif ADWI juga akan membantu mempersiapkan kedatangan dewan juri dan juga mendapingi desa wisata mempersiapkan pertunjukan selama penjurian berlangsung.

“Semakin banyak pertunjukan dan potensi desa wisata yang diperlihatkan, maka tentu saja penilaiannya akan semakin beragam,” jelasnya.

H. Yusron Hadi berharap agar seluruh masyarakat, pokdarwis desa wisata dan juga pemerintah dapat bekerjasama satu sama lain untuk menyukseskan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonimi Kreatif (Menparekraf) mendatang.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).