T39Letusan Gunung Tambora 200 tahun yang lalu sebagai sejarah kelam bagi masyarakat sekitar bahkan dunia internasional, kini akan kita kenang dan peringati dengan mensuport event-event bertemakan “Tambora Menyapa Dunia 2015”. Dengan event ini diharapkan kepada masyarakat sekitar dan kita semua untuk lebih bersahabat dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kalau kita kembali ke sejarah, Gunung Tambora mulai bergemuruh dan ‘batuk-batuk’ sejak tanggal 5 April 1815, pada 11 April 1815 ia meletus. Getaran akibat letusannya mengguncang bumi hingga jarak ratusan mil, terasa sampai Eropa dan Amerika Utara. Jutaan ton abu dan debu memenuhi udara, mengubah siang menjadi gelap pekat.

Selama lebih dari 10 hari, Tambora mengeluarkan 24 mil kubik lava dan bebatuan gunung. Dahsyatnya letusan itu memunculkan kawah selebar 3 mil dengan kedalaman hampir 1 mil di puncak Tambora. Lelehan lava panas, batu yang beterbangan, dan gas mematikan yang keluar dari perut Tambora, menewaskan ribu orang.

Badan Geologi Amerika Serikat sampai menobatkan letusan Tambora sebagai letusan gunung yang terkuat sepanjang sejarah. Letusan Tambora bahkan 10 kali lipat lebih dahsyat dari letusan Krakatau, dan 10 ribu kali lebih besar dari letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia yang mengacaukan lalu lintas penerbangan Eropa.

Tahun 1815 itu, seperti meriam raksasa, Tambora menyemburkan abu, debu, dan setidaknya 400 juta ton gas sulfur ke udara, hingga 27 mil tegak lurus ke strastofer, jauh di atas awan. Hal ini mengakibatkan ledakan di lapisan troposfer. Semburan Tambora bahkan menyobek lapisan tipis ozon yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari.

Daya tarik gravitasi yang ringan di angkasa, membuat abu dan debu Tambora melayang dan menyebar mengelilingi dunia. Debu Tambora menetap di lapisan troposfer selama beberapa tahun, sebelum turun kembali ke bumi melalui angin dan hujan.

Letusan Tambora berakibat luar biasa. Terjadi gagal panen di China, Eropa, dan Irlandia. Terjadi hujan tanpa henti selama 8 minggu di Eropa, yang memicu epidemi tifus yang menewaskan 65 ribu orang di Inggris dan Eropa. Terjadi kelaparan yang melumpuhkan Inggris dan Prancis. Kelaparan di Prancis bahkan lebih jauh lagi menyulut kerusuhan di negeri itu.

Akibat letusan Tambora, kegelapan menyelimuti Bumi, menginspirasi novel-novel misteri legendaris seperti ‘Darkness’ karya Lord Byron, ‘The Vampir’ karya Dr. John Palidori dan ‘Frankenstein’ karya Mary Shelley. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Tambora juga ikut mengubah sejarah, saat Napoleon kalah akibat musim dingin berkepanjangan dan kelaparan pada tahun 1815 di Waterloo.

Panduan lengkap pelaksanaan event Tambora Menyapa Dunia 2015, dapat di download DISINI

Catatan:
Diambil dari berbagai sumber

BACA JUGA :