Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan para investor asal Belgia menyatakan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Sejumlah sektor pun menjadi incaran para pengusaha asal Belgia, seperti perdagangan, energi, properti, maritim dan pariwisata.

“Sekarang ini secara global, investor dari Belgia itu ingin masuk ke tiga sektor, yaitu real estate, energi terbarukan, energi kimia, dan tourism. Kali ini rombongan itu lebih tertarik beberapa sektor di maritim dan pariwisata. Tapi mereka ingin masuk juga di energi terbarukan. Nanti setelah ini kan delegasinya banyak,” ujar dia di Jakarta, Senin (14/3/2016).

Dia mencontohkan, ketertarikan investor Belgia di sektor pariwisata lantaran Indonesia dinilai mempunyai potensi alam yang luar biasa. Bila mendapat dukungan dari investor dalam pengembangannya, maka sektor pariwisata Indonesia bisa menjadi andalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi saya tadi lebih banyak ekspor tourism sektor. Itu memang lebih cepat impact-nya ke perekonomian. Saya nggak hapal nama perusahaannya. Tapi ada yang minat untuk mengembangkan hotel di Indonesia. Dan kita arahkan ke tujuan wisata yang memang dicanangkan Menteri Pariwisata,” kata dia.

Sementara di sektor maritim, lanjut Franky, pihaknya masih belum mendapat gambaran bidang investasi seperti apa yang dituju para investor Belgia itu. Namun demikian, dia yakin minat investor Belgia pada sektor ingin sangat tinggi mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut yang luas.

“Di industri maritim, nanti apakah perikanan atau kapal. Kemudian ritel, akan ekspansi. Kemudian beberapa kawasan industri. Kalau energi kita juga siap. Karena ada beberapa yang minat. Dan itu menjadi program prioritas. Kemudian kalau maritim akan juga begitu,” lanjut dia.

Franky menyatakan pada pertemuan hari ini belum ada pembicaraan terkait dengan nilai investasi yang disepakati dengan para investor Belgia. Namun, para investor tersebut telah meminta sejumlah kemudahan untuk memperlancar proses investasi di Indonesia.

“Belum (nilai investasi). Nanti kan ada pendalaman-pendalaman lebih lanjut.  Tapi poinnya, mereka ingin difasilitasi, dibantu karena mereka sangat serius. Dibantu mengenai regulasinya. Tentu BKPM nggak bisa sendiri. Kita akan koordinasi dengan Kementerian ESDM, kemudian dengan KKP, Kementerian Perhubungan yang terkait dengan kapal,” pungkas dia.(Dny/Nrm)

Sumber: Bisnis Liputan6.com

BACA JUGA :