Di dunia olahraga balap, kalian tentu pernah mendengar nama MotoGP dan World Superbike. Dua ajang balapan ini dipercaya menjadi yang paling di gemari di dunia.

Perlu #Sobatwisata tahu, kedua ajang balapan ini ternyata masih dalam satu naungan yakni Dorna Sports. Tapi, walaupun sama-sama balap motor dan masih satu atap, tapi ternyata ada tujuh perbedaan mencolok dari kedua ajang balapan terpopuler dunia ini lho.

1. Motor
Motor yang digunakan para pebalap MotoGP khusus dibangun untuk balapan tersebut.
Sedangkan di ajang World Superbike, motor yang digunakan juga diperjual belikan secara komersil.

2. Asal Mula
MotoGP pertama kali digelar pada 1949 di Eropa yang sebelumnya dikenal dengan nama “FIM Road Racing World Championship Grand Prix.
Sedangkan WSBK pertama kali diadakan pada 1988 di Amerika Serikat.

3. Kalender Balapan
Musim balap MotoGP biasa digelar dari Maret hingga akhir November.
Sedangkan WSBK biasanya berlangsung dari Februari hingga akhir Oktober.

4. Rem yang Digunakan
Pada ajang MotoGP, para tim diperbolehkan menggunakan rem karbon.
Sedangkan pada WSBK, motor para pebalap menggunakan rem baja yang biasa digunakan oleh motor di jalan raya.

5. Pemasok Ban
Michelin menjadi pemasok ban untuk kelas MotoGP mulai tahun 2016 menggantikan Bridgestone.
Sedangkan di WSBK, sudah satu dekade lebih menunjuk Pirelli menjadi pemasok ban.

6. Jumlah Motor
Untuk jumlah motor setiap pebalap MotoGP, setidaknya disediakan dua motor.
Sedangkan di ajang WSBK, setiap pebalap hanya diperbolehkan memiliki satu motor.

7. Promotor
MotoGP awalnya berada di bawah FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) yang berdiri pada tahun 1949. Namun mulai tahun 1992, FIM menggandeng Dorna Sports sebagai promotor MotoGP bersama dengan IRTA (asosiasi tim dan pebalap) dan MSMA (asosiasi pabrikan).
Sedangkan WSBK awalnya dipromosikan oleh pria Selandia Baru, Steve McLaughlin, yang kemudian berpindah ke Flammini Group.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).