Kegiatan silaturahmi antara kepala desa se-kecamatan sikur dengan Dispar Provinsi Nusa Tenggara Barat, Luas wilayah kecamatan Sikur adalah seluas 78,27 km2 dan terdiri dari 14 Desa.Pada kesempatan ini Kadispar NTB Lalu Moh. Faozal menyampaikan DESA WISATA adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pengembangan Desa Wisata diantaranya,
1. Memiliki potensi daya tarik wisata (Daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif)
2. Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata
3.Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata;
4. Memiliki komunitas masyarakat ;
5. Memiliki kelembagaan pengelolaan ;
6. Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisatawan

Selain itu kepala desa harus memperhatikan prinsip pengembangan produk desa wisata seperti :
1. Keaslian : atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyarakat di desa tersebut
2. Sikap dan Nilai : tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada.
3. Masyarakat Setempat : merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat
4. Konservasi dan Daya Dukung : tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun sosial masyarakat dan sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung wisatawan.
5. Keterlibatan Masyarakat : masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata.

semoga program pengembangan desa ini bisa menjadi program yang terintegrasi dan berkelanjutan.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).