Jum’at, 19 Maret 2021 – Sebagai Upaya menguatkan sinergitas dan sinkronisasi program kepariwisataan dan peningkatan SDM kepariwisataan, Poltekpar Lombok bersama Dinas Pariwisata Provinsi NTB Menggelar rakor kepariwisataan program Pendidikan ASN Bidang Pariwisata kolaborasi Poltekpar Lombok dengan Pemerintah Provinsi NTB. Program ini bertujuan untuk Menjalankan pendidikan yang bersifat reguler mendidik masyarakat umum, tidak hanya mahasiswa yang akan dididik tapi pegawai pemerintah Kabuoate-Kota juga akan mendapatkan pendidikan, Poltekpar telah diberi amanah di beberapa Provinsi antara lain NTB, NTT, Kalteng, Kaltim, Maluku Dan Maluku Utara.

Kepala Kapusbang SDM Kemenparekraf/Baparekraf – Bapak DR. Anggara Hayyun Anujuprana, ST.MT dalam sambutannya menyampaikan NTB memiliki keindahan alam yang luar biasa, ASN merupakan bagian yang penting untuk kita tingkatkan kompetensi untuk mengoptimalkan potensi yang di miliki NTB, poltekpar selama ini concern perhatian hanya pada dunia industry. Beliau meyakini pentignya peningkatan sumber daya ASN di bidang pariwisata sebagai bagian tak terpisahkan dari kerjasama pentahelix. Pengelolaan terakait kepariwisataan akan dilaksanakan oleh pejabat fungsional yang sudah dilatih oleh PTNP- PTNP di bawah kemenparekraf/Baparekraf. Hasil yang diharapkan adalah dunia kepariwisataan NTB mampu bersaing dengan wilayah lainnya. Harapan beliau kolaborasi ini dapat dilaksanakan sesuai dengan moto dari menteri kita yaitu gerakan bersama dengan wujud kolaborasi antara semua stakeholders.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan dan pembukaan secara resmi via zoom oleh Ibu DR. Sitti Rahmi Djalilah- Wakil Gubernur NTB. Dalam pemaparannya Beliau menyampaikan poin-poin penting.

Berbicara pariwisata kita tidak ada habisnya, imun langsung meningkat karna NTB ini diberikan anugerah keindahan alam yang luar biasa bagaikan surga dunia, oleh karenanya kita harus bisa mengelola pembangunan kepariwisataan sebaik-bainya untuk kemaslahatan masyarakat NTB.

Pariwisata di NTB harus bisa bergerak dan bersinergi karna kunci maju pariwisata adalah sinergi bersama, masing-masing stakeholder memiliki peran masing-masing yang tidak bisa lepas satu sama lain. Kita harus tetap bersemangat membangun pariwisata walaupun ditengah pandemi, saat ini waktu kita untuk menata pariwisata dalam segala aspek terutama aspek destinasi pemasaran kelembagaan dan atraksi Pemerintah kab/kota harus semangat dalam membangun destinasi dimasing-masing daerah yang yentunya akan didukung oleh pemerintah provinsi, selain itu pemberdayaan masyarakat harus diperhatikan.

Ada 4 hal yang perlu diperhatikan yaitu destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, kelembagaan Pariwisata, pembangunan Industri Pariwisata

• Citra pawisita NTB harus tetap dipelihara dengan menjaga fasilias-fasilitas yang tersedia di destinasi wisata seperti toilet dll
• Faktor teknologi sangat berperan penting dalam dunia pemasaran. Tanpa penguasaan teknologi kita tidak akan mampu bersaing. NTB konsern untuk mengembangkan teknologi untuk pemasaran pariwisata.
• Pembangunan industry Pariwisata dalam hal ini sustainability pariwisata perlu dijaga. Lingkungan menjadi prioritas yang harus dikedepankan supaya tercipta lingkungan asri bersih dan lestari.
• Pembangunan kelembagaan pariwisata, dalam hal ini pengembangan Sumber Daya Manusia menjadi penting. Disinilah peran Poltekpar yang strategis untuk menciptakan SDM yang handal. Hospitality dan kemampuan bahasa serta jiwa entrepreneurship menjadi penting dikembangkan. Pembangunan kelembagaan juga mencangkupp pengembangan SDM dn instansi pemerintah, tanpa SDM yang memadai akan sulit terjadinya pengembangan yang pesat kita harus terus berkolaborasi agar tercipta SDM yang handal, baik hospitality, kemampuan bahasa dan lainnya,

Pada akhir sambutan beliau sampaikan pentingnya bergotong royong bekerjasa dan berkolaborasi untuk menyukseskan program pendidikan kedinasan. Beliau juga secara resmi membuka membuka acara Rapat Koordinasi dan berharap acara ini dapat berjalan dengan baik.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal pada sambutannya menyampaikan pada tahun 2021 ini akan ada 16 desa wisata yang dikembangkan tentunya dengan mengacu pada paradigma pariwisata yang baru yaitu Inovasi, Teknologi, dan pengelolaan, keberjalanjutan, Aspek penting pengembangan desa wisata Unggul harus pada basic higienis- kebersihan-kesehatan, kesiapan informasi teknologi dan infrastruktur tentunya dengan mengacu pada 4 hap penting yaitu meliputi sumber daya alam, sumber daya budaya local, kreatifitas dan kombinasi.

Ada beberap Rencana strategis terkait pengembangan pariwisata NTB yang akan dikembangkan meliputi :

Peningkatan SDM, pengembangan sarana dan Prasarana, Pelatihan tata kelola sampah, standarisasasi, pembuatan paket wisata unggulan, penguatan kelembagaan, pelatihan pelaku pariwisata, penguatan promosi, peningkatan kualitas atraksi, pengeloalan homestay, sosialisasi dan simulasi CHSE dan pelatihan pengelolaan destinasi pariwisata pokdarwis.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).