great1Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia, namun strategi promosi yang dilakukan selama ini belum membawa dampak yang signifikan, sehingga diperlukan pola dan strategi baru dalam mempromosikan potensi pariwisata yang dimiliki  Nusa Tenggara Barat. Potensi pariwisata yang dimiliki Nusa Tenggara Barat dari dasar laut sampai puncak gunung sebagaimana yang digambarkan dalam Logo/Branding Pariwisata NTB yaitu “VISIT LOMBOK SUMBAWA”. Potensi-potensi tersebut secara terus menerus dilakukan  optimalisasi dalam pengelolaannya, mulai dari penyediaan sarana prasarana pariwisata sampai peningkatan kapasitas sumber daya manusianya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku instansi yang paling berkompeten dengan tata kelola pariwisata tentunya terus mengupayakan untuk lebih baik lagi dalam mengelola potensi yang ada. Untuk itu saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan pembenahan destinasi terutama destinasi-destinasi yang telah banyak dikenal oleh dunia internasional, contoh: Kawasan Senggigi, Kawasan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air (Tramena), Lakey Hu’u, Kuta Mandalika, Pantai Pink, dan lainnya.

Sementara itu promosi tetap dilakukan terhadap pasar-pasar pariwisata potensial, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Pasar luar negeri lebih fokus pada negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Timur Tengah dan Australia. Untuk dalam negeri diutamakan pada daerah-daerah yang memiliki Direct Flight dengan Bandara Internasional Lombok (BIL) antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makasar, dll.

Akan tetapi Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya, melihat dari sisi lain. Arief berpendapat bahwa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke suatu daerah, maka daerah lain yang lebih maju pariwisatanya dan berdekatan dengan daerah tersebut, harus membantu dalam promosi. Untuk itu Menteri Pariwisata membagi wilayah Indonesia menjadi beberapa Great. Konsep Great ini merupakan hal baru bagi pariwisata Indonesia. Konsep Great dalam Pembangunan Pariwisata adalah sebuah konsep pendekatan pembangunan pariwisata daerah yang mengintegrasikan komponen-komponen seperti: infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas, kegiatan, fasilitas, perhotelan, dan pasar preferensi dalam rangka mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak positif untuk masyarakat bisnis dan daerah.

Great-Great tersebut adalah Great Batam, Great Sumatera, Great Jakarta, Great Bandung, Great Yogyakarta, Great Surabaya, Great Bali, Great Kalimantan, Great Sulawesi, dan Great Maluku Papua. Untuk saat ini Kementerian Pariwisata lebih fokus pada 3 Great yaitu BALI-JAKARTA-BATAM.

NTB, DI GREAT MANA ??
Promosi pariwisata Nusa Tenggara Barat (Lombok Sumbawa) masuk dalam Great Bali. Jadi potensi pariwisata yang dipromosikan oleh NTB, Bali juga ikut mempromosikan dengan harapan wisatawan  yang berkunjung ke Bali dapat meneruskan perjalanannya ke Nusa Tenggara Barat.

NTB ikut GREAT BALI, bukan berarti NTB bergantung sama Bali dalam mendatangkan wisatawan. NTB memiliki pola dan strategi sendiri dalam berpromosi untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan. Akan tetapi Sistem Great, strategi promosi pariwisata ala Menteri Pariwisata ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat yang mau tidak mau, suka tidak suka harus diikuti oleh daerah, dan  NTB bertekad untuk mensukseskan kebijakan tersebut.(Ad)

BACA JUGA :