Mataram, 05/12/2017 – Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia khususnya Pulau Lombok, Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanega mengadakan sosialisasi Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Golden Palace Hotel.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam sambutannya menyampaikan terdapat 10 negara yang sudah menyampaikan peringatan kepada warganya untuk tidak berkunjung ke Pulau Lombok dan Bali, 10 negara tersebut ialah Travel Advisory Australia, China, Singapura, Malaysia, UK, Irlandia, Kanada, Amerika, Hongkong, dan Swiss. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Lombok.

Gambar : Kadispar Prov NTB saat menyampaikan sambutan

Erupsi Gunung Agung memang membawa dampak bagi pulau Lombok. Dampak dari erupsi ini tentu tidak membuat kita harus berpangku tangan, dan tidak pasrah begitu saja menghadapi kondisi ini, Salah satu cara pemerintah dalam upaya mendatangkan wisatawan Mancanegara yaitu dengan mengajak para touris yang stay dihotel-hotel untuk mengikuti upacara HUT NTB ke-59 di tanggal 17 Desember 2017 dan menjadi peserta pawai defile. Selain itu para touris akan diajak untuk mempromosikan bahwa pulau Lombok sudah terbebas dari Erupsi Gunung Agung dan aman untuk dikunjungi.

Pemerintah juga berupaya mengundang 10 Duta besar Negara yang telah mengeluarkan Travel Advisory guna melakukan diskusi mengenai keadaan Pulau Lombok yang sebenarnya. Kepala Dinas Pariwisata berharap dukungan kementerian pariwisata untuk menyusun promosi sosial media yang menguntungkan bagi kita semua dalam menghadapi situasi seperti ini, sebab hoax sudah menyebar kemana-mana guna meningkatkan kunjungan ke Pulau Lombok.

Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara menyampaikan Pariwisata adalah sektor yang memberikan sumabangan devisa terbesar, Kita berharap di tahun 2019 pariwisata menjadi sektor penyumbang sektor terbesar, Untuk Indonesia pariwisata sebagai penyumbang PDB , Devisa dan lapangan kerja yang paling murah dan mudah, pariwisata juga sebegai core economy, pencitraan itu akan terus dilakukan, kewajiban untuk memberikan edukasi di kemenpar sudah ada tim satgas pemantau perkembangan erupsii gungung agung dari waktu ke waktu untuk menginformasikan ke vito diluar negeri sehingga bisa mengambil langkah-langkah yang tepat.

Gambar :Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara saat menyampaikan paparanya

Kerja keras harus dilakukan bersama dengan seluruh stake holder pariwisata untuk mengembangkan kepariwisatan dengan mengambil banyak contoh-contoh dari Negara-negara yang maju akan kepariwisataannya. Kemajuan teknologi tentunya mendukung aktivitas-aktivitas kegiatan masyarakat baik dalam hal kehidupan sosial maupun kepariwisataan yang menggunakan media social dan fitur-fitur lainnya.

Harapan kami adalah bagaimana kita mampu bersaing dengan Negara-negara lain untuk memajukan kepariwisataan di Indonesia dengan mengedepankan kebersihan dan kenyamanan di setiap daerah wisata yang ada.

KOMISI X DPR RI Helmy Faishal Zaini mengatakan NTB merupakan provinsi yang memiliki potensi wisata yang deluxe yaitu memiliki gunung, lembah, laut, pantai, sungai, beragam budaya, dan makanan khas, NTB dapat diumpamakan sebagai sepenggal surgawi yang ada dan mampu untuk bersaing secara global.

Gambar : Komisi X DPR RI saat menyampaikan sambutannya

Saat ini kita dapat melihat segala informasi melalui Handphone, 132 juta penduduk Indonesia mnggunakan Handphone, selanjutnya adalah bagaimana kita sebagai masyarakat memiliki keinginan untuk mempromosikan Lombok melalui social media secara cerdas agar mampu menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke daerah tercinta kita ini.

Harapan dari terlaksananya kegiatan ini adalah bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia yang memperhatikan perkembangan-perkembangan kepariwisataan daerah agar mampu bersatu untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada di masing-masing daerah sehingga apabila timbul masalah-masalah yang dapat menghambat perkembangan kepariwisataan akan lebih mudah di tangani dengan kebijakan-kebijakan dari pihak pemerintah bersama dengan masyarakat dan para stakeholder bidang usaha pariwisata.

BACA JUGA :