Dalam rangka mendukung pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru serta penerapan aspek Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) di Destinasi Pariwisata terutama bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19, Direktorat Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan kegiatan Sosialisasi CHSE dalam Rangka Penyusunan Pedoman Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata.

Pada kesempatan ini Lalu Moh Faozal menyampaikan pemerintah terus berupaya Menciptakan penyelenggaraan kegiatan Pemerintah, Pelayanan Publik dan Usaha Sektor Industri Pariwisata yang mentaati protokol tatanan kehidupan era baru, Meningkatkan partisipasi aktif warga masyarakat untuk menjadi garda terdepan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB, Memastikan tidak terjadinya kasus baru Covid-19 di Provinsi NTB melalui penerapan standarisasi industri sesuai tatanan kehidupan era baru dan Mendorong pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi dan mengurangi dampak psikologis warga masyarakat Provinsi NTB akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan 203 sertifikat yang terdiri dari 103 hotel, 67 restoran, 14 destinasi, 1 transport, 7 bar/cafe, 11 rekreasi, tentunya sudah melalui berbagai tahapan seperti sosialisasi dan edukasi, kemudian verifikasi audit, kemudian pemberian sertifikat dan monitoring.

BACA JUGA :


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).