Selasa, 23 Februari 2021 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar sosialisasi dan simulasi panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability atau CHSE pada penyelenggaraan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhebition atau MICE yang mengacu pada protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah, lembaga nasional dan internasional yang terkait pelaksanaan kegiatan MICE.

Koordinator pengembangan jejaring dan kapasitas MICE Ibu Titik Lestari pada sambutannya menyampaikan “kita semua merasakan masa pandemi hingga saat ini, kita harus segera untuk memutuskan tali pandemi ini menurut data tgl 22 feb jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia terus bertambah yaitu sekitar 1.288.833 kasus. olehkarenanya mari kita bersama-sama meningkatkan kedisiplinan diri dalam menerapkan protokol CHSE agar senantiasa untuk tidak meremehkan Covid-19 ini, melalui aktifitas ini kami mengharap peran seluruh lembaga dan pemangku kepentingan untuk mengaktifkan kegiatan pariwisata kita baik pada bidang leasure maupun mice.

Panduan ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan yang aturan teknisnya akan disesuaikan dengan panduan buatan asosiasi dan industri MICE sesuai kebutuhan di lapangan. Panduan tersebut juga mengacu pada protokol yang telah ditetapkan pemerintah, World Health Organization (WHO), Travel and Tourism Council (WTTC), Asosiasi MICE Nasional dan internasional, seperti International Congress and Convention Association (ICCA), The Global Association of the Exhibition Industry (UFI), International Association of Convention Centres (AIPC), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI).

Sementara sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman mengenai isi panduan CHSE kepada pemangku kepentingan MICE, sehingga dapat dijalankan pada saat pelaksanaan kegiatan. Selain sosialisasi juga akan dilaksanakan kegiatan simulasi panduan dalam rangka meninjau secara langsung kesiapan destinasi untuk pelaksanaan kegiatan MICE.

Simulasi yang akan dilaksanakan di beberapa objek di tiap destinasi dan akan dilakukan oleh tim media yang akan berpartisipasi dalam simulasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB berharap para pemangku kepentingan MICE memiliki pemahaman sama yang terhadap pentingnya menjalankan protokol yang telah disusun dalam panduan dalam adaptasi kebiasaan baru. “Dengan diterapkannya panduan ini, maka wisatawan yang akan melaksanakan kegiatan di Indonesia dapat merasa aman, nyaman dan sektor MICE kembali bangkit dan mampu memulihkan kondisi perekonomian.


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).