Simulasi protokol kesehatan bagi wisatawan telah dilaksanakan di pintu registrasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sembalun, Lombok Timur, Sabtu. Dalam simulasi tersebut dijelaskan beberapa protokol standar seperti penggunaan masker, cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh dilanjutkan dengan pemeriksaan surat kesehatan pelaku perjalanan. Di loket registrasi, petugas memindai barcode yang tertera di smartphone yang diperoleh saat memesan tiket daring (online booking).

Seluruh data mulai dari foto, nama, alamat bahkan golongan darah dicocokkan dengan database komputer di loket e-ticket. Usai mencocokkan data pemesan, petugas TNGR memeriksa perlengkapan pendakian, seperti jaket pelindung, tenda, matras dan barang bawaan lainnya, yang wajib menyesuaikan dengan standar TNGR. Petugas kemudian memberikan kantong daur ulang berukuran sedang sebagai wadah sampah yang harus dibawa turun kembali.

Untuk fase pertama pembukaan TNGR pada 7 Juli 2020 nanti, pihak TNGR baru membolehkan perjalanan satu hari (One Day Trip) untuk pengunjung Taman Nasional. Umi Rohmi meminta agar semua urutan protokol kesehatan tersebut harus disiplin dilakukan oleh petugas dan bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Dalam kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi SOP Rinjani Menuju New Normal” tersebut, Wagub Rohmi menegaskan bahwa Gunung Rinjani adalah tumpuan hidup bagi masyarakat NTB. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Gunung Rinjani juga menjadi sumber air seluruh masyarakat di pulau Lombok. Sehingga, kawasan Rinjani harus tetap dijaga kebersihan, keamanan dan kelestarian serta kesuburannya. Rohmi menegaskan, program CHS (Clean, Health, Security) menuju tatanan baru adalah panduan yang tidak terpisah-pisah. Jika kawasan Rinjani bersih, maka harus pula sehat dan aman. Selain itu, pengelolaan Rinjani harus memberi manfaat, salah satunya penggunaan e-ticket yang telah menjadi kebutuhan.

Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy dalam sambutannya mengatakan pihaknya ‎akan menutup jalur pendakian gunung rinjani yang tidak resmi/ilegal untuk memudahkan pendataan pengunjung apabila terjadinya bencana alam.

Kemudian jalur pendakian gunung rinjani yang digunakan harus satu pintu , tidak boleh ada banyak jalur pendakian terlebih lagi kalau itu ilegal,. ” Kami minta ijin kepada Ditjen KSDAE agar akses jalur pendakian dibuka sampai dengan pos 4 sehingga dapat dilalui transfortasi berupa kuda dan sepeda guna mengurangi beban berat yang dipikul para porter,” tegasnya.‎

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalillah mengatakan akan melakukan perbaikan- perbaikan sehingga destinasi Rinjani yang menjadi kebanggaan dapat dirasakan oleh masyarakat luas, Pelayanan pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di seluruh destinasi wisata yang ada khususnya di wilayah Sembalun.

“Kami minta masyarakat sembalun yang berada di daerah destinasi wisata harus dapat lebih memahami dan menerapkan protokol kesehatan covid-19 sehingga dapat di contoh oleh para pengunjung wisata,” paparnya.‎

“Dengan penerapan protokol kesehatan, nurut tatanan baru, Rinjani siap menyambut siapapun,” 

 


admin

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Membangun pariwisata yang berwawasan lingkungan untuk mencapai Pembangunan Kepariwisataan yang Beberlanjutan (Sustainable Tourism).