rp_pilar1-300x225.jpgSosialisasi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Nusa Tenggara Barat diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang rencana pengembengan kepariwisataan ke depan. Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari di Mataram tanggal 10 November 2014, dengan Narasumber dari pemerintah dan dari Tim Penyusun.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013, berlaku selama 15 (lima belas) tahun sejak tahun 2013 sampai tahun 2028. Ripparda terdiri dari 5 (lima) bagian, 9 (sembilan) BAB dan 76 (tujuh puluh enam) pasal.

RIPPARDA MENCAKUP 4 (EMPAT) PILAR PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH, YAITU :

DESTINASI PARIWISATA, meliputi : 1).Pewilayahan DPD; 2). Pembangunan Daya Tarik Wisata; 3).Pembangunan Aksesibilitas Pariwisata; 4).Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum dan Fasilitas Pariwisata; 5).Pemberdayaan Masyarakat melalui Kepariwisataan; dan 6). Pengembangan Investasi di Bidang Pariwisata.

PEMASARAN PARIWISATA, meliputi : 1).Pengembangan Pasar Wisatawan; 2).Pengembangan Citra Pariwisata; 3).Pengembangan Kemitraan Pemasaran Pariwisata; dan 4).Pengembangan Promosi Pariwisata.

INDUSTRI PARIWISATA, meliputi : 1).Penguatan Struktur Industri Pariwisata; 2).Peningkatan Daya Saing Produk Pariwisata; 3).Pengembangan Kemitraan Usaha Pariwisata; dan 4).Penciptaan Kredibilitas Bisnis dan Pengembangan Tanggungjawab terhadap Lingkungan.

KELEMBAGAAN KEPARIWISATAAN, meliputi : 1).Penguatan Organisasi Kepariwisataan; 2).Pembangunan Sumber Daya Manusia Pariwisata; 3).Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan; dan 4).Pembentukan Forum Kepariwisataan Daerah.

Dalam Ripparda ini, telah diatur pewilayahan Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) menjadi Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Lombok dan Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Sumbawa.

Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Lombok terdiri dari 4 (empat) Kawasan Startegis Pariwisata Daerah (KSPD) dan Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Sumbawa terdiri dari 7 (tujuh) Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD).

Kawasan Startegis Pariwisata Daerah (KSPD) pada Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Lombok, terdiri dari :

MATARAM METRO dsk, meliputi Kota Mataram; Islamic Center; Loang Baloq; Taman Mayura; Sekarbela; Taman Narmada; Suranadi; dan Lingsar. Kawasan ini secara administratif berada pada wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner, wisata belanja dan wisata MICE.

SENGGIGI-TIGA GILI dsk, meliputi Batu Layar; Batu Bolong; Senggigi; Tiga Gili; Sendang Gile; Senaru; dan Dusun Tradisional Segenter. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata bawah laut, wisata olah raga berbasis bahari, wisata budaya, wisata religi dan wisata kuliner.

KUTA MANDALIKA dsk, meliputi Gili Gede; Gili Nanggu; Bangko-Bangko; Selong Belanak; Sade; Kuta; dan Gili Indah. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata bawah laut, wisata olah raga berbasis bahari dan wisata budaya.

RASIMAS-SEMBALUN dsk, meliputi Benang Stokel; Gili Sulat; Sembalun; Gunung Rinjani; dan Otak Kokoq. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata agro, wisata pegunungan dan wisata kuliner.

Kawasan Startegis Pariwisata Daerah (KSPD) pada Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Sumbawa, terdiri dari :

ALASUTAN dsk, meliputi Agrotamasa; Pulau Bedil, Pulau Keramat; Pulau Temudong dan Pulau Bungin. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Sumbawa, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata agro, wisata budaya dan wisata kuliner.

POTOTANO-MALUK dsk, meliputi Pototano dan Maluk. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata olah raga berbasis bahari, wisata budaya dan wisata kuliner.

BATU HIJAU-DODORINTI dsk, meliputi Batu Hijau dan Dodorinti. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pegunungan, wisata tambang, wisata budaya dan wisata kuliner.

SAMOTA (Teluk Saleh-Moyo-Tambora) dsk, meliputi Aibari; Moyo; Batu Bulan; Tambora; dan Teluk Saleh. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata bawah laut, wisata olah raga berbasis bahari, wisata budaya, wisata kuliner dan wisata pegunungan.

HU’U dsk, meliputi Lakey Hu’u. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Dompu, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata bawah laut, wisata olah raga berbasis bahari, wisata budaya dan wisata kuliner.

TELUK BIMA dsk, meliputi Lawata; Amahami; dan Kota Bima. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata olah raga berbasis bahari, wisata budaya dan wisata kuliner.

WAWORADA-SAPE dsk, meliputi Waworada, Sape dan Wane. Kawasan ini berada pada wilayah Kabupaten Bima, dan diperuntukkan sebagai kawasan wisata pantai, wisata bawah laut, wisata olah raga berbasis bahari dan wisata kuliner.

Arah Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Berdasarkan Perda No.: 7 Tahun 2013 tentang Ripparda) adalah : 1.Prinsip Pembangunan Kepariwisataan yang Berkelanjutan; 2.Orientasi pada Upaya-Upaya Pertumbuhan, Peningkatan Kesempatan Kerja, Pengurangan Kemiskinan, serta Pelestarian Lingkuangan; 3.Dilaksanakan dengan terpadu secara Lintas Sektor, Lintas Daerah dan Lintas Pelaku; 4.Dilaksanakan dengan mendorong Kemitraan Sektor Publik dan Privat.

BACA JUGA :