FESTIVAL BAU NYALE DISERBU RIBUAN WISATAWAN

bau nyale 2015Agenda tahunan Bau Nyale 2015 sukses menyedot animo masyarakat. Ribuan orang memadati Pantai Seger semenjak sore. Mereka berduyun-duyun menuju panggung utama sembari menunggu nyale keluar. Bau Nyale dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, legenda masyarakat Lombok Tengah. Puncak acara Festival Bau Nyale diselenggarakan di Pantai Seger, Kuta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 9-10 Februari 2015. Serangkaian acara telah dilaksankan oleh Pemkab Lombok Tengah dimulai dari 1 Februari hingga puncaknya dinihari 10 Februari 2015. Dalam rangkaian Core Event Bau Nyale 2015 juga di gelar pemilihan Putri Mandalika 2015. Setelah menjaring sekitar 40-an peserta, Putri Mandalika 2015 resmi dinobatkan kepada Baiq Laksmi Yudia Lestari. Selain itu, agenda tahunan ini juga diisi oleh penampilan band Ungu. Tampil sekitar 10 lagu, Ungu tampil memukau sekitar 15 ribu wisatawan yang hadir di Pantai Seger. Ungu membawakan lagu antara lain I Need You, Saat Bahagia, Percaya Padaku, dan Seperti Yang Dulu. Pasha, pentolan Ungu terlihat beberapa kali menyapa penontonnya, Ia memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lombok Tengah dan mengajak seluruh masyarakat Lombok Tengah untuk terus menjaga tradisi leluhur, agar Bau Nyale tetap ada dan tidak punah tergerus oleh zaman. (lebih…)

Prinsip Ekowisata

R4Pengembangan ekowisata di dalam kawasan hutan dapat menjamin keutuhan dan kelestarian ekosistem hutan. Ecotraveler menghendaki persyaratan kualitas dan keutuhan ekosistem. Oleh karenanya terdapat beberapa butir prinsip pengembangan ekowisata yang harus dipenuhi. Apabila seluruh prinsip ini dilaksanakan maka ekowisata menjamin pembangunan yang ecological friendly dari pembangunan berbasis kerakyatan (commnnity based).

The Ecotourism Society (Eplerwood/1999) menyebutkan beberapa prinsip, antara lain: mencegah dan menanggulangi dampak dari aktivitas wisatawan terhadap alam dan budaya, pencegahan dan penanggulangan disesuaikan dengan sifat dan karakter alam dan budaya setempat, mendidik wisatawan dan masyarakat setempat akan pentingnya arti konservasi (proses pendidikan ini dapat dilakukan langsung di alam), mengatur agar kawasan yang digunakan untuk ekowisata dan manajemen pengelola kawasan pelestarian dapat menerima langsung penghasilan atau pendapatan (retribusi dan conservation tax dapat dipergunakan secara langsung untuk membina), melestarikan dan meningkatkan kualitas kawasan pelestarian alam. (lebih…)

Pendekatan Pengelolaan Ekowisata

Ekowisata merupakan bentuk wisata yang dikelola dengan pendekatan konservasi. Apabila ekowisata pengelolaan alam dan budaya masyarakat yang menjamin kelestarian dan kesejahteraan, sementara konservasi merupakan upaya menjaga kelangsungan pemanfaatan sumberdaya alam untuk waktu kini dan masa mendatang. Hal ini sesuai dengan definisi yang dibuat oleh The International Union for Conservntion of Read more…

NTB TETAP FOKUS PADA PEMBENAHAN DESTINASI WISATA

Gili TrawanganMinat wisatawan mancanegara dan nusantara yang berwisata ke NTB belakangan ini semakin tinggi. Buktinya angka kunjungan wisatawan yang berkunjungan ke NTB  pada tahun 2014 mencapai angka 1.629.122 orang dengan rincian 752.306 wisatawan mancanegara dan 876.816 wisatawan nusantara.

Untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Barat di tahun 2015, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus fokus melakukan pembenahan destinasi pariwisata, terutama obyek-obyek strategis yang memiliki daya jual tinggi. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB,  pada tahun 2015 ini tetap akan melakukan direct promotion di daerah-daerah yang merupakan pasar utama pariwisata NTB, yang tentunya diimbangi dengan penataan objek wisata secara proporsional baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Beberapa objek wisata masih perlu dilakukan pembenahan dan penataan berupa penyediaan sarana dan fasilitas pendukung yang lebih representatif. (lebih…)