Kompetensi olahraga marathon ekstrim di dunia kembali digelar. “Kompas Tambora Challenge 2019” yang diselenggarkan dalam rangka memperingati meletusnya Gunung Tambora 200 tahun silam kembali hadir tahun ini.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Barat melepas para pelari ‘Kompas Tambora Challenge 2019’ di Desa Taman Sari, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Rabu (1/5/2019). Tambora Challenge 2019 Tahun kembali hadir untuk menantang para pelari-lari Ultra menaklukkan dirinya sendiri menyelesaikan lintas Sumbawa-Dompu sejauh 320 km dengan batas waktu 68 jam.

“Kami dari pihak Pemerintah Provinsi NTB akan mendukung penuh apa yang sudah diretas oleh Kompas ini. Mudah-mudahan para pelari ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat, Terima kasih kompas,” pesan Gubernur Zul kepada hadirin sebelum melepas para pelari.

“Pak Dandim tolong di jaga para pelari agar senantiasa selamat dan menyelesaikan kegiatan ini,” tambahnya.

Gubernur juga berharap dengan maraknya event lari dan Tambora Challenge 2019 ini dapat melecut generasi muda NTB untuk lebih berprestasi dan lahir bibit – bibit baru dalam olahraga lari.

“Banyak atlet dari NTB dalam bidang lari, NTB adalah gudangnya atlet. Termasuk jarak menengah dan jauh. Kita sama-sama berharap dengan banyaknya event dan lomba, akan banyak lahir bibit – bibit yang baru dan tumbuh,” harapnya.

Perwakilan Harian Kompas, Adi Prinantyo, menyampaikan rasa syukurnya karena Tambora Challenge 2019 ini adalah kali ke lima diselenggarakan.

“ini merupakan tahun ke lima, syukur alhamdulillah jumlah peserta sebanyak 56 orang ini adalah event dengan peserta terbanyak,” terangnya.

“Untuk itu kami terus memperbaiki beberapa sisi penyelenggaraan termasuk penggunaan GPS pada runners. Banyak lintasan yang sepi dan gelap, sehingga penggunaan headlamp juga kami wajibkan,” tambahnya.

Terakhir, Adi berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses seperti penyelenggaraan sebelumnya. “Semoga event tahun ini seperti halnya tahun lalu, dapat berjalan maksimal dan pelari dapat memenuhi targetnya. Semoga kita bisa berjumpa lagi tahun depan,” pungkasnya.

Kompas Tambora Challenge sendiri diselenggarakan selama 4 hari, mulai hari ini, Rabu 1 Mei hingga 4 Mei 2019. Nantinya para peserta sembari berlomba mereka akan menikmati pemandangan alam yang indah karena acara dimulai di Poto Tano, Sumbawa Barat dan berakhir di Doro Ncanga, kaki Gunung Tambora. Peserta akan melewati 3 Kabupaten, yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu.

Untuk kuota peserta tahun ini, seperti yang sudah dijelaskan, yakni sebanyak 56 peserta. Para peserta dibagi menjadi 2 kelompok peserta yakni untuk nomor individu dan tim yang terdiri dari peserta dalam kategori relay (putra-putri).

Lomba tahun ini kemungkinan akan lebih menantang dari yang sebelumnya. Karena pada 160 kilometer pertama, peserta akan melewati tepian pantai dengan medan yang cenderung datar pada 80 mdpl.

Diperkirakan suhu pada siang ini berkisar pada 42 derajat celsius dan malam pada 14 derajat celcius. Pada 160 kilometer berikutnya, lintasan akan cenderung naik menuju kaki Gunung Tambora.

BACA JUGA :